Financial Market Update

POI - Point of Interest:

*   PMI Manufaktur versi ISM di AS turun ke level 46,0 pada Juni 2023, dari level 46,9 pada Mei 2023 dan di bawah perkiraan konsensus pada level 47,0. Permintaan barang masih lemah, produksi melambat karena sedikitnya hari kerja dan pemasok yang masih memiliki persediaan.

*   Belanja konstruksi di AS naik 0,9% MoM menjadi USD1.925,6 miliar pada Mei 2023, setelah kenaikan 0,4% MoM pada April 2023 dan sedikit di atas perkiraan konsensus yaitu kenaikan sebesar 0,6% MoM. Belanja konstruksi adalah peningkatan terkuat selama empat bulan terakhir.

*   PMI Manufaktur versi Caixin di China turun ke level 50,5 pada Juni 2023 dari 50,9 pada Mei 2023 tetapi di atas perkiraan konsensus di level 50,2. Data terbaru tersebut merupakan pertumbuhan bulan kedua berturut-turut dalam aktivitas pabrik di China.

*   Harga minyak Brent naik hampir 1% menjadi USD75/barel, seiring Arab Saudi yang mengumumkan akan memperpanjang pemangkasan produksi minyaknya sebesar satu juta barel per hari pada Agustus 2023 dan Rusia menyatakan akan menurunkan ekspor minyaknya sebesar 500.000 barel per hari pada Agustus 2023.

*   Inflasi headline Indonesia turun ke level terendahnya dalam 14 bulan terakhir sebesar 3,52% YoY pada Juni 2023 dari 4,00% YoY pada Mei 2023, lebih rendah dari perkiraan konsensus sebesar 3,64% YoY. Secara bulanan, inflasi naik sebesar 0,14% MoM pada Juni 2023, setelah kenaikan sebesar 0,09% MoM pada Mei 2023 dan di bawah perkiraan konsensus yaitu pertumbuhan sebesar 0,24% MoM.

*   IHSG ditutup melemah 0,22% atau 15bps pada level 6.681,75.

*   Rupiah ditutup menguat 0,21% atau 32bps ke level Rp14.993/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp15.025/USD.   


Demikian disampaikan, terima kasih.


Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP