Financial Market Update

POI - Point of Interest:

*   Ekspektasi nilai tukar CNY akan bergerak lebih stabil pada semester II-2023 sejalan dengan pernyataan pejabat PBoC bahwa ekonomi Tiongkok tengah berangsur pulih dan aktivitas ekspor tetap solid.

*   Keputusan RBA mempertahankan cash target rate pada level 4,1% untuk menilai dampak kenaikan suku bunga terhadap kondisi ekonomi. Diperkirakan RBA akan kembali menaikkan suku bunga pada pertemuan kebijakan Agustus dan September, di tengah tekanan inflasi yang masih tinggi.

*   Harga batu bara Newcastle naik ke USD145/ton, merupakan level tertingginya sejak Mei 2023, terutama karena kenaikan permintaan dari China, yang mengimpor 182 juta ton pada 5M23, hampir 90% lebih tinggi dari pada 5M22, sebagaimana upaya pemerintah China untuk meminimalkan kekurangan listrik.

*   Badan Pusat Statistik mencatat kedatangan wisatawan mencapai 4,12 juta pada 5M23, naik sebesar 312,9% YoY dan setara dengan 69,9% dari total wisatawan pada 2022. Namun, angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan periode pre-pandemi. Berdasarkan kewarganegaraan, wisatawan terbanyak berasal dari Malaysia dan mencapai 17,9% dari total wisatawan.

*   Kementerian Keuangan mengumumkan realisasi penerimaan pajak mencapai Rp970,2 triliun pada 1H23, atau 56,5% dari target 2023, dengan pertumbuhan sebesar 9,9% YoY, didukung oleh kenaikan PPh Badan sebesar 26,2% YoY dan pertumbuhan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 19,5% YoY.

*   Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan PDB akan tetap kuat pada 4,5%-5,3% YoY dengan pertumbuhan kredit sebesar 9,4% YoY pada tahun 2023, sementara inflasi akan tetap stabil pada level target BI di 2%-4% YoY didukung oleh moderasi harga komoditas global.

*   IHSG ditutup menguat 0,56% atau 37bps pada level 6.718,98.

*   Rupiah ditutup melemah 0,15% atau 22bps ke level Rp15.015/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp14.993/USD.   


Demikian disampaikan, terima kasih.


Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP