Financial Market Update
POI - Point of Interest:
Setelah
pertemuan FOMC pada bulan Juni, Fed telah beberapa kali menegaskan perlunya
menaikkan suku bunga lebih lanjut pada tahun ini, seiring inflasi yang masih
jauh di atas target sebesar 2% dan pasar tenaga kerja yang tetap kuat.
World
Meteorological Organization deklarasikan terjadinya iklim El-Nino tahun ini,
yang kemungkinan akan memicu peningkatan suhu global. Selain itu, El-Nino dapat
menggagalkan panen padi di Asia Tenggara dan dapat mendorong kenaikan harga
beras global yang pada gilirannya akan menaikkan inflasi di seluruh Asia.
Inflasi
produsen di Eropa turun sebesar 1,5% YoY pada Mei 2023, setelah pertumbuhan
sebesar 0,9% YoY pada April 2023. Ini merupakan bulan pertama penurunan inflasi
produsen sejak Desember 2020, didorong oleh penurunan signifikan sebesar 13,3%
YoY pada harga energi.
Pesanan baru untuk barang manufaktur di AS meningkat
sebesar 0,3% MoM pada Mei 2023, di bawah ekspektasi konsensus sebesar 0,8% MoM.
Permintaan untuk transportasi tetap menjadi pendorong utama
pertumbuhan seperti pesawat sipil dan kapal dan perahu.
PMI sektor jasa versi Caixin di China turun ke level 53,9
pada Juni 2023 dari 57,1 pada Mei 2023. Data tersebut menunjukkan ekspansi
bulan keenam secara berturut-turut dalam aktivitas sektor jasa. Sentimen bisnis
membaik untuk pertama kalinya dalam lima bulan terakhir di tengah harapan
kondisi ekonomi yang lebih kuat ke depan.
IHSG
ditutup menguat 0,61% atau 41bps pada level 6.759,92.
Rupiah
ditutup melemah 0,20% atau 30bps ke level Rp15.045/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp15.015/USD.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP