Financial Market Update
POI - Point of Interest:
- Indeks dolar bergerak sideways di sekitar level 102,0 seiring investor yang menunggu beberapa rilis data ekonomi AS, terutama laporan CPI dan PPI, sebagai petunjuk lebih lanjut terkait sejauh mana potensi pengetatan moneter oleh Fed ke depan.
- Total kredit konsumen di AS meningkat sebesar USD7,2 miliar pada Mei 2023, merupakan bulanan terkecil dalam kredit konsumen AS sejak November 2020.
- Ekspektasi konsensus ekonom bahwa CPI tahunan AS per Juni diperkirakan turun menjadi 3,1% dari bulan sebelumnya 4%, dan menandai laju tahunan paling lambat sejak Maret 2021. CPI inti tahunan juga diperkirakan melandai ke 5% dari bulan sebelumnya 5,3%. Sementara PPI, yang merupakan inflasi dari sudut pandang produsen dan grosir, diproyeksikan naik 0,2% bulan lalu, setelah turun 0,3% di Mei.
- Inflasi konsumen China flat sebesar 0,0% YoY pada Juni 2023, meleset dari ekspektasi konsensus dan di bawah angka pertumbuhan bulan Mei 2023 sebesar 0,2% YoY. Hal ni merupakan level ada terendahnya sejak deflasi pada Februari 2021. Sementara, inflasi produsen China turun 5,4% YoY pada Juni 2023, lebih rendah dari penurunan 4,6% YoY pada Mei 2023. Hal ini merupakan deflasi produsen selama sembilan bulan secara berturut-turut di tengah melemahnya permintaan dan moderasi harga komoditas.
- Kementerian Keuangan melaporkan realisasi pendapatan negara pada SM-I 2023 mencapai Rp1.407,9 triliun atau tumbuh positif 5,4%. Sementararealisasi belanja negara mencapai Rp 1.255,7 triliun atau tumbuh 0,9%. Adanya optimisme terhadap kesehatan APBN 2023, sehingga diharapkan APBN bisa menjadi sumber pertumbuhan ekonomi, mendorong konsumsi dan investasi.
- IHSG ditutup menguat 0,98% pada level 6.796,92. Sektor yang menjadi penopang IHSG pada hari ini, diantaranya sektor energi (3,79%), sektor kesehatan (2,38%), sektor konsumer sekunder (1,61%), dan sektor bahan baku (1,26%).
- Rupiah ditutup menguat 0,36% ke level Rp15.135/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp15.190/USD.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP