Financial Market Update
POI - Point of Interest:
· Yield US Treasury 10yr menunjukkan tren penurunan ke bawah level 4,0%, setelah mencapai level tertingginya sejak
November 2022 di sekitar 4,1%, seiring investor yang menunjukkan aksi wait
and see terhadap rilis data inflasi AS (CPI).
· Proyeksi Inflasi AS menurut konsensus, laporan CPI AS pada hari Rabu diekspektasikan menunjukkan penurunan inflasi headline ke 3,1% YoY pada Juni 2023 dari 4,0% YoY pada Mei 2023, sedangkan CPI inti kemungkinan turun ke 5,0% YoY pada Juni 2023 dari 5,3% YoY pada Mei 2023.
· Beberapa pejabat The Fed mengisyaratkan bahwa akhir dari siklus pengetatan moneter semakin dekat. Presiden Fed Mary Daly menyatakan bahwa diperkirakan terdapat 2x kenaikan suku bunga lanjutan pada tahun ini untuk menurunkan inflasi AS, sejalan dengan pernyataan sebelumnya dari Ketua Fed Jerome Powell.
· Investor global memperkirakan kenaikan suku bunga acuan sebesar 25bps pada FOMC Meeting 25-26 Juli, sejalan dengan
hasil pemeringkatan CME FedWatch yang menyatakan bahwa probabilitas pasar yang
memperkirakan kenaikan 25bps mencapai 93%, sedangkan sisanya hanya 7% yang
memperkirakan The Fed akan kembali menahan suku bunga acuannya.
· Prospek Ekonomi China: investor semakin optimis bahwa pemerintah China
akan menerapkan langkah-langkah stimulus untuk menopang pemulihan ekonomi yang
melemah, dengan
memperpanjang kebijakan yang mendukung pasar properti yang dirilis tahun lalu oleh
Pemerintah China dan menjaga mata uang Yuan tetap stabil.
· IHSG ditutup menguat 0,17% pada level 6.808,21. Sektor properti menjadi market movers paling besar yakni sebesar 0,97%.
·
Rupiah ditutup melemah 0,4% ke level Rp15.075/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di
level Rp15.135/USD.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP