Financial Market Update
Point of Interest:
- Menurut laporan IMF World Outlook, ekonomi global diproyeksikan tumbuh 3%yoy pada 2023F, dibandingkan proyeksi 2,8% pada April 2023 karena dampak kenaikan suku bunga bank sentral secara global.
- Menurut laporan IMF World Outlook, ekspektasi inflasi global turun menjadi sebesar 6,8%yoy tahun 2023F, sementara pada 2024F sebesar 5,2%yoy.
- Bank raksasa Swiss, UBS setuju untuk membayar regulator AS dan Inggris sekitar US$ 390 juta (Rp5,86 triliun) dalam denda imbas proses akuisisi Credit Suisse yang terkena skandal dengan perusahaan investasi Archegos Capital Management. UBS telah menyelesaikan proses akuisisi Credit Suisse pada bulan Juni. Proses tersebut dipaksakan oleh regulator Swiss setelah Credit Suisse kehilangan kepercayaan klien dan investor. UBS mengatakan sudah menangani temuan regulasi di Credit Suisse, dan "akan menerapkan disiplin operasional dan manajemen risikonya" di seluruh bank gabungan.
- Lembaga Pemeringkat Rating & Investment (R&I) menaikkan outlook Indonesia menjadi positif dengan peringkat kredit tetap pada posisi BBB+ (investment grade). R&I menyatakan bahwa peringkat kredit dapat ditingkatkan jika paket kebijakan ekonomi yang telah disiapkan, termasuk reformasi di sektor cipta kerja dan sektor keuangan, berhasil meningkatkan nilai tambah dan daya saing industri dalam negeri. Selain itu, kelanjutan kebijakan tersebut di bawah pemerintahan baru dan kondisi perekonomian yang tetap stabil juga menjadi faktor penting dalam kemungkinan peningkatan peringkat kredit.
- IHSG ditutup menguat 0,44% atau 30,57bps menjadi 6.948,2. Penguatan IHSG didukung oleh kenaikan saham sektor energi 1,43%, sektor industri 0,74%, dan sektor konsumer primer 0,46%. Sebaliknya, saham sektor properti melemah 0,82%, sektor kesehatan turun 0,58%, dan sektor teknologi terkoreksi 0,29%.
- Rupiah ditutup melemah 0,23% pada level Rp15.025/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp14.990/USD.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP