Financial Market Update
Point of Interest:
- The Fed menaikkan Federal Funds Rate (FFR) sebesar 25bp ke level 5,50% pada pertemuan FOMC di bulan Juli 2023, sejalan dengan ekspektasi konsensus, dan menjadikan FFR ke level tertingginya sejak Januari 2001.
- Ketua Fed Jerome Powell menegaskan kembali bahwa kebijakan moneternya akan bergantung pada data ekonomi AS yang akan dirilis hingga pertemuan FOMC berikutnya pada September 2023, hal tersebut meningkatkan keraguan investor apakah siklus pengetatan moneter saat ini akan diperpanjang lebih lanjut atau telah selesai.
- Menurut konsensus, European Central Bank (ECB) akan mengikuti kenaikan suku bunga Fed sebesar 25bp akhir pekan ini, dan sebagian kecil konsensus saat ini juga ekspektasikan tambahan kenaikan suku bunga sebesar 25 bp pada September 2023.
- Pinjaman bank untuk segmen ritel di Eropa hanya meningkat sebesar 1,7% YoY menjadi EUR6,87 triliun pada Juni 2023, menjadi tingkat pertumbuhan terendahnya sejak Mei 2016, seiring berlanjutnya perlambatan permintaan kredit akibat pengetatan kebijakan moneter yang diterapkan oleh ECB tahun ini.
- Penjualan rumah baru di AS turun sebesar 2,5% YoY menjadi 697 ribu unit pada Juni 2023, dibandingkan dengan level tertingginya selama 15 bulan terakhir di bulan Mei 2023 sebesar 715 ribu unit dan di bawah perkiraan konsensus sebesar 725 ribu unit.
- IHSG ditutup melemah 0,74% menjadi 6.896,66. Pelemahan utama didorong oleh sektor transportasi 1,06% diikuti 6 sektoral lainnya. Terdapat 215 saham menguat, 326 terkoreksi, dan 204 lainnya stagnan.
- Rupiah ditutup menguat 0,15% pada level Rp15.000/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp15.025/USD. Penguatan rupiah dan beberapa mata uang lainnya terhadap USD dipengaruhi oleh sentiment risk on di pasar setelah pertemuan FOMC.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP