Financial Market Update

Point of Interest:


  • Pelemahan pada harga obligasi di pasar surat utang domestik dengan volume yang terbatas sejalan dengan yield UST yang lebih tinggi, rilisnya data ekonomi AS yang kuat seperti pertumbuhan PDB, belanja konsumen dan pasar tenaga kerja. Hal ini mendorong ekspektasi investor global terhadap kemungkinan The Fed dalam pengetatan kebijakan moneternya pada pertemuan FOMC di bulan September 2023.
  • PDB riil AS mencatatkan kenaikan dengan tingkat tahunan sebesar 2,4% pada Q2-2023, lebih cepat dari yang diperkirakan. Dibandingkan dengan Q1, akselerasi PDB Q2 mencerminkan peningkatan Investasi inventaris swasta dan peningkatan Investasi tetap nonhunian.
  • Harga emas kembali menguat, di pasar spot naik 0,6% menjadi US$1.956,69/ons troi, sementara harga emas berjangka AS naik 0,5% menjadi US$1.955,70.
  • Harga minyak mentah Brent turun 28 sen menjadi US$ 83,96/barel, sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 18 sen menjadi US$ 79,91/barel. Pemotongan produksi dari aliansi OPEC+ mendorong Brent ke level tertinggi yang tidak terlihat sejak April.
  • Bank BTN menyatakan bahwa rencana spin off atau pemisahan BTN Syariah dengan induknya akan selesai akhir tahun 2023. Direktur Utama Bank BTN Nixon LP Napitupulu menyatakan harapannya pada akhir tahun 2023 aset BTN Syariah dapat mencapai Rp50 triliun, sehingga sudah memenuhi kriteria untuk memisahkan diri dari induknya dan dijadikan BUS.
  • IHSG ditutup menguat 0,05% atau 3,57 poin ke level 6.900,23. Penguatan didorong 6 sektor diantaranya barang baku 0,99%, infrastruktur 0,75%, barang konsumsi primer naik 0,49%, sektor kesehatan menanjak 0,19%, sektor keuangan menguat 0,18%, serta sektor properti dan real estat naik 0,15%. Sementara, terdapat 5 sektor yang melemah seperti sektor teknologi turun 1,33%, sektor perindustrian 0,49%, sektor barang konsumsi nonprimer 0,44%, sektor transportasi dan logistik turun 0,40%, dan sektor energi turun 0,34%.
  • Rupiah ditutup melemah 0,70% pada level Rp15.105/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp15.025/USD. Nilai tukar rupiah hari ini mencatat pelemahan terbesar sejak Maret 2023 yang didorong salah satunya dari aturan devisa hasil ekspor. DHE berpotensi membawa dana masuk hingga US$ 60 miliar/tahun.

 

 

 

Demikian disampaikan, terima kasih.

 

 

Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP