Financial Market Update
Point of Interest:
- Berdasarkan data dari Biro Statistik Tenaga
Kerja AS, Inflasi AS dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) naik 3,2%yoy. Kenaikan inflasi tersebut menjadi yang pertama kali dalam setahun
terakhir, setelah dalam 12 bulan berturut-turut mencatatkan penurunan indeks
harga konsumen (IHK). Meskipun demikian, kenaikan tersebut sedikit di bawah
ekspektasi sebesar 3,3% YoY. Sementara itu, untuk inflasi inti, yang tak
mencakup harga bergejolak tercatat sebesar 4,7% YoY pada Juli 2023, turun tipis
dari dari bulan sebelumnya dan ekspektasi ekonom sebesar 4,8%% Yoy.
- Harga batu bara ICE Newcastle kontrak
September ditutup naik 2% di posisi US$ 148,25/ton. Sejak awal Agustus, harga batu bara telah terapresiasi 6,7% dari US$
138,85. Sentimen penggerak harga batu bara salah satunya berasal dari gangguan
pasokan gas yang merupakan sumber energi substitusi batu bara di Eropa. Meningkatnya harga gas di Eropa terjadi
karena adanya potensi gangguan pasokan global gas alam cair (Liquified Natural
Gas/LNG) dari Australia. Hal tersebut dipicu oleh laporan bahwa para pekerja di
kilang LNG penting di Australia sedang merencanakan aksi mogok untuk memperjuangkan
gaji yang lebih tinggi dan keamanan kerja yang lebih baik.
- Harga minyak mentah Brent naik 26 sen atau
0,3% menjadi US$87,81/barel mencapai level
tertinggi sejak 23 Januari. Sedangkan, harga minyak mentah West Texas
Intermediate (WTI) naik 25 sen juga 0,3% menjadi US$84,65, level yang terakhir
terlihat pada November 2022. Harga minyak telah didukung oleh kekhawatiran
tentang ketatnya pasokan. Ketegangan antara Rusia dan Ukraina di wilayah Laut
Hitam dapat mengancam pengiriman minyak Rusia, di atas pengurangan produksi
yang diperpanjang oleh Arab Saudi.
- Penerbitan obligasi korporasi di tahun ini
akan membaik, namun nilainya masih akan berada di bawah tahun lalu. Kepala Divisi Riset Ekonomi PEFINDO Suhindarto mengatakan, penerbitan
surat utang korporasi akan tetap terjaga di semester II 2023. Adapun salah satu
faktor pendorong dari angka jatuh tempo lebih tinggi, yang mana jatuh tempo di
semester II-2023 sebesar Rp 75,49 triliun sementara di semester I kemarin
sebesar Rp 51,40 triliun. Faktor lainnya, adalah dari pertumbuhan ekonomi
Indonesia yang solid sehingga mendorong permintaan terhadap barang dan jasa
terjaga, tingkat kupon yang kompetitif dibandingkan dengan pinjaman perbankan,
khususnya untuk peringkat di A (single-A) ke atas dibandingkan dengan bunga
pinjaman modal kerja dan investasi bank. Selain itu, bisnis yang terjaga juga
mendorong multifinance untuk meningkatkan akses ke pasar surat utang korporasi.
- IHSG hari ini ditutup terapresiasi 0,26% ke
level 6,893.28, dibandingkan penutupan
sebelumnya pada level 6.868,81. Penguatan didorong oleh sektor-sektor antara
lain sektor energi naik 1,51%, sektor transportasi dan logistik naik 0,81%,
sektor teknologi menguat 0,69%, sektor infrastruktur naik 0,38%, sektor
kesehatan menguat 0,11%, sektor barang baku naik 0,03%, serta sektor barang
konsumsi primer naik tipis 0,02%.
- Rupiah hari ini ditutup menguat tipis 0,03%
ke level Rp15.185/USD, dibandingkan
dengan penutupan sebelumnya di level Rp15.189/USD.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP