Financial Market Update
POI - Point of Interest:
- Harga CPO global mengalami penurunan sebesar -55% dari harga puncaknya di Maret 2022. Penurunan disebabkan persediaan yang berlebih di Indonesia dan Malaysia, serta melemahnya permintaan dari importir CPO utama khususnya China akibat pembatasan Covid-19 yang melumpuhkan beberapa sektor yang menjadi konsumen minyak goreng terbesar seperti Hotel, Restoran, dan Katering.
- Inflasi produsen AS meningkat 1,1% mom pada Juni 2022 (dibandingkan 0,9%mom pada Mei 2022), menjadi level tertinggi dalam 3 bulan terakhir yang terutama disebabkan oleh kenaikan 18,5%mom pada harga bensin. Inflasi produsen AS naik menjadi 11,3%yoy pada Juni 2022.
- BPS mencatatkan surplus neraca perdagangan Indonesia Juni 2022 sebesar US$5,09 miliar, lebih tinggi dari surplus bulanan pada Mei 2022, sebesar US$2,9 miliar. Nilai ekspor Indonesia Juni 2022 mencapai US$26,09 miliar atau naik 21,3% dibanding ekspor Mei 2022 secara mtm, secara tahunan mengalami kenaikan 40,6% dari Juni 2021 US$18,5 miliar (yoy).
- Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia kembali turun pada Mei 2022, sebesar US$ 3,8 miliar dari bulan sebelumnya menjadi US$ 406,3 miliar atau sekitar Rp 6.094 triliun. Dibandingkan Mei 2021, ULN tersebut mengalami kontraksi 2,6%(yoy). Penurunan tersebut terjadi baik dari utang pemerintah maupun swasta.
- Nilai tukar Rupiah ditutup stabil di level Rp14.993. Pasar domestik saat ini masih menunggu hasil RDG BI pada pekan depan.
- IHSG melemah 0,57% ke posisi 6.651 pada penutupan perdagangan Jumat, 15 Juli 2022. Dalam setahun, IHSG masih tercatat naik sebesar 10%.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP