Financial Market Update
Point of Interest:
- Berdasarkan data CME FedWatch Tool bahwa
pasar memproyeksikan probabilitas 90,5% the Fed akan mempertahankan suku bunga
acuannya tidak berubah pada level 5,25%-5,50% pada FOMC meeting bulan September. Hal ini seiring pasca rilisnya data inflasi AS bulan Juli sebesar
3,2%yoy yang lebih rendah dari ekspektasi pasar dan inflasi inti AS sebesar
4,7%yoy lebih rendah dari bulan sebelumnya, sehingga turut meningkatkan
ekspektasi pelaku pasar bahwa Bank Sentral AS kemungkinan telah selesai dalam
menaikan suku bunganya.
- Defisit anggaran pemerintah AS tercatat
sebesar USD221 miliar pada Juli 2023, meningkat dari defisit sebesar USD211 miliar pada Juli 2022, dan
meleset dari ekspektasi konsensus yaitu defisit sebesar USD109 miliar.
- Jumlah orang Amerika yang mengajukan
tunjangan pengangguran meningkat sebanyak 21.000 dari pekan sebelumnya menjadi
248.000 pada pekan yang berakhir 5 Agustus 2023, jauh
di atas ekspektasi konsensus sebanyak 230.000. Angka tersebut menunjukkan bahwa
pasar tenaga kerja AS mulai menunjukkan tanda-tanda pelemahan dari level yang
sangat kuat sejak awal tahun.
- Pemerintahan Biden melarang investasi baru
dan tenaga ahli AS yang mendukung teknologi China, seperti AI, Quantum
Computing, dan Semikonduktor. Hal tersebut
berpotensi akan meningkatkan ketegangan geopolitik dengan China ke depan.
- IHSG akhir pekan ini ditutup melemah 0,19%
ke level 6.879,98, dibandingkan
penutupan sebelumnya pada level 6,893.28. Pelemahan terbesar didorong oleh
sektor energi mencapai 1,35%.
- Rupiah akhir pekan ditutup melemah 0,22% ke
level Rp15.219/USD, dibandingkan
dengan penutupan sebelumnya di level Rp15.185/USD.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP