Financial Market Update
Point of Interest:
- Pelaku pasar menunggu hasil risalah FOMC
Juli terkait kebijakan bank Sentral AS yang diproyeksikan masih hawkish ke
depan. Indeks dolar AS saat ini mencapai ke level di
atas 103. Kenaikan suku bunga lanjutan berpotensi mendorong indeks dolar
semakin tinggi. Kenaikan indeks dolar juga menandai banyaknya investor yang
mencari mata uang Greenback sehingga membuat mata uang negara lain tertekan,
termasuk Rupiah.
- Produksi industri China tumbuh 3,7%yoy pada
Juli 2023, melambat dari 4,4% pada Juni dan di bawah
perkiraan 4,4%. Sementara, Penjualan retail China tumbuh 2,5%yoy pada Juli
2023, melambat dari pertumbuhan 3,1% di bulan sebelumnya. Ini adalah bulan
ketujuh berturut-turut peningkatan perdagangan eceran tetapi yang paling lemah
dalam urutannya.
- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan
Surplus neraca perdagangan Indonesia pada Juli 2023 sebesar USD 1,31 miliar. Tercatat nilai ekspor Indonesia mencapai USD 20,88 miliar atau naik
1,36%mtm namun turun 18,03% secara tahunan.
- Sejumlah BUMN akan berperan secara langsung
dan tidak langsung membantu PT Waskita Karya Tbk. (WSKT) keluar dari
permasalahan keuangan. Satu rencana besar
adalah mengonsolidasikan emiten BUMN karya tersebut dengan PT Hutama Karya
(Persero). Kementerian BUMN juga mengatakan bahwa bank yang memberikan kredit
kepada WSKT, termasuk bank BUMN sepakat mengenai rencana restrukturisasi.
Berdasarkan laporan keuangan per semester I 2023, Waskita memiliki total utang
terbesar di antara BUMN Karya senilai Rp84,31 triliun, naik tipis 0,31%yoy.
- Total penawaran yang masuk pada lelang
sukuk 15 Agustus 2023 adalah sebesar Rp 20,17 triliun, lebih rendah dibandingkan angka penawaran pada lelang sukuk dua minggu lalu sebesar
Rp22,04 triliun. Pemerintah hanya memenangkan lelang sebesar Rp6 triliun dari
total penawaran yang masuk.
- IHSG hari ini ditutup menguat 0,07% ke
level 6.915,10, dibandingkan penutupan
sebelumnya pada level 6.910,17. Kenaikan terbesar adalah pada sektor
infrastruktur 1,53%, sektor teknologi 1,02% dan sektor properti 0,69%.
- Rupiah hari ini ditutup melemah 0,18% ke
level Rp15.342/USD, dibandingkan
dengan penutupan sebelumnya di level Rp15.315/USD.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP