Financial Market Update
Point of Interest:
- Indeks dolar turun terbatas ke sekitar level
103,2, tetapi tercatat masih menguat selama 5-pekan
secara berturut-turut, seiring risalah pertemuan FOMC bulan Juli menunjukkan
pejabat Fed yang menekankan bahwa tekanan inflasi AS masih tinggi, sehingga
membuka peluang untuk pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut.
- Tingkat inflasi headline di Eropa tercatat
sebesar 5,3% YoY pada Juli 2023, merupakan level
terendahnya sejak Januari 2022 terutama disebabkan oleh tren penurunan harga
energi. Sementara itu, tingkat inflasi inti tidak berubah sebesar 5,5% YoY dan
saat ini lebih tinggi dari tingkat inflasi headline untuk pertama kalinya sejak
2021.
- Tingkat inflasi headline di Jepang tidak
berubah sebesar 3,3% YoY pada Juli 2023 tetapi jauh di atas perkiraan konsensus sebesar 2,5% YoY. Sementara
itu, inflasi inti turun ke level terendahnya selama 4 bulan terakhir sebesar
3,1% YoY pada Juli 2023, dari 3,3% YoY pada Juni 2023, sejalan dengan espektasi
konsensus.
- Penjualan ritel di Inggris turun sebesar 1,2%
MoM pada Juli 2023, lebih rendah dari
perkiraan konsensus yaitu penurunan sebesar 0,5% MoM, setelah tumbuh sebesar
0,6% MoM pada Juni 2023, merupakan kontraksi pertama dalam penjualan ritel
Inggris sejak Maret 2023, seiring penjualan makanan dan non-makanan yang
menurun, mencerminkan dampak inflasi yang tinggi.
- Presiden Indonesia Joko Widodo mengusulkan
kepada DPR berupa anggaran sebesar Rp3.304,1 triliun untuk tahun 2024, sekitar 6% lebih tinggi dari rencana belanja tahun ini. Untuk tahun
2024, Presiden menetapkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2% YoY dan
defisit anggaran sebesar 2,29% dari PDB.
- IHSG awal pekan ini ditutup menguat terbatas
0,09% ke level 6.866,03, dibandingkan
penutupan sebelumnya pada level 6.859,91. Penguatan terbatas didorong oleh
kenaikan lima indeks sektoral, diantaranya sektor energi naik 1,95%. Sektor
barang baku melonjak 0,78%, sektor perindustrian naik 0,36%, sektor barang
konsumsi nonprimer naik 0,30%, sektor barang konsumsi primer menguat 0,24%.
- Rupiah awal pekan ini ditutup melemah 0,26%
ke level Rp15.320/USD, dibandingkan
dengan penutupan sebelumnya di level Rp15.290/USD.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP