Financial Market Update
Point of Interest:
- Indeks dolar relatif stabil di level sekitar 104, seiring investor saat ini fokus terhadap rilis data ekonomi AS pada pekan ini, termasuk laporan pekerjaan, indeks inflasi PCE dan PMI manufaktur.
- Indeks manufaktur AS secara umum versi Fed Dallas, untuk aktivitas manufaktur Texas kembali rebound ke level -17,2 pada Agustus 2023, menjadi level tertinggi selama 5 bulan terakhir. Indeks tersebut kembali menunjukkan kondisi bisnis yang menantang di AS.
- Penyaluran pinjaman di Eropa hanya tumbuh 1,3%yoy menjadi EUR6,86 triliun pada Juli 2023, menjadi tingkat pertumbuhan terendah sejak November 2015 seiring berlanjutnya perlambatan permintaan pinjaman akibat pengetatan kebijakan moneter yang diberlakukan oleh ECB selama beberapa bulan terakhir.
- Harga gandum global turun hingga di bawah level USD6,0/basel, seiring prospek pasokan yang lebih kuat di tengah ekspektasi rendahnya permintaan. Rusia akan meningkatkan ekspor gandumnya tahun ini seiring cuaca yang mendukung menjelang akhir masa panen yang mengatasi kekhawatiran kekeringan di Siberia.
- Tren positif pada pasar surat utang domestik diperkirakan didukung masih tingginya likuiditas investor. Fokus investor domestik juga diperkirakan pada lelang sukuk negara hari ini dengan target indikatif sebesar IDR 6,0 triliun. Lelang ini juga dapat menjadi katalis positif bagi pasar surat utang Indonesia.
- Imbal hasil atau kupon dari SR019 yang rencana akan diterbitkan pada bulan September ini diprediksikan masih bisa berada di level yang atraktif. Menurut Head of Business Development Division Henan Putihrai Asset Management (HPAM) Reza Fahmi, bahwa prediksi imbal hasil SR019 (SR019-T3) dalam tiga skenario yaitu pesimistis sebesar 6,1%, moderat 6,15% dan optimistis 6,2%, sementara untuk SR019-T5 untuk skenario pesimistis 6,2%, moderat 6,25%, dan optimistis 6,3%. Masa penawaran SR019 ini akan berlangsung tanggal 1-20 September 2023 (tentatif). SR019 juga akan diterbitkan dalam dua seri pada satu waktu (dual tranches), sama seperti Surat Berharga Negara (SBN) ritel sebelumnya di tahun ini.
- IHSG hari ini ditutup menguat 0,52% ke level 6.957,84, dibandingkan penutupan sebelumnya pada level 6.921,73. Penguatan didorong oleh tujuh indeks sektoral, diantaranya adalah sektor infrastruktur naik 1,81%, sektor teknologi naik 1,56%, sektor kesehatan naik 1,08%, sektor barang baku naik 0,93%, sektor properti dan real estat menguat 0,83%, sektor barangkonsumsi primer naik 0,10%, dan sektor keuangan menguat 0,06%.
- Rupiah hari ini ditutup menguat 0,21% ke level Rp15.260/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp15.292/USD.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP