Financial Market Update

Point of Interest:


- Menurut perkiraan konsensus, inflasi headline AS diperkirakan tumbuh ke sekitar 3,6%yoy pada bulan Agustus 2023 karena harga energi yang lebih tinggi (vs. 3,2%yoy pada Juli 2023), sedangkan inflasi inti AS diperkirakan tumbuh sebesar 4,3%yoy pada Agustus 2023, lebih rendah dibandingkan 4,7%yoy pada Juli 2023.

- Ekspektasi inflasi AS pada tahun depan meningkat menjadi 3,6%yoy pada bulan Agustus 2023 dari 3,5%yoy pada bulan Juli 2023. Sementara itu, median ekspektasi inflasi untuk jangka waktu 5-tahun ke depan meningkat sebesar 0,1% menjadi 3,0%yoy. Sebaliknya, ekspektasi inflasi 3-tahun ke depan menurun sebesar 0,1% menjadi 2,8%yoy.

- Menurut Proyeksi Ekonomi Komisi Eropa, perekonomian Eropa kemungkinan akan tumbuh sebesar 0,8% YoY pada tahun 2023F, lebih rendah dari proyeksi sebelumnya sebesar 1,1% YoY, seiring berlanjutnya tekanan inflasi yang tinggi yang menekan aktivitas konsumsi domestik.

- Pemerintah meningkatkan kuota penjualan SR019 tenor 3 tahun, seiring minat investor yang tinggi. Kuota ditambahkan sebesar Rp 5 triliun menjadi Rp 15 triliun, dari sebelumnya Rp 10 triliun. Sementara untuk tenor 5 tahun dipertahankan pada target Rp 10 triliun. SR019T3 memiliki tingkat imbal hasil sebesar 5,95% dan SR019T5 memiliki tingkat imbal hasil 6,10%.

- IHSG hari ini ditutup melemah 0,42% ke level 6.933,96, dibandingkan penutupan sebelumnya pada level 6.963,39. Hanya sektor barang baku yang naik 0,74% dan sektor perindustrian yang naik 0,01%.

- Rupiah hari ini ditutup melemah 0,08% ke level Rp15.342/USD, dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp 15.330/USD.



Demikian disampaikan, terima kasih.

 

 

Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP