Financial Market Update
Point
of Interest:
- Harga minyak Brent naik 0,52% ke level $95,12/barel, sementara harga minyak WTI turun 1,50% ke level $92,57/barel. Badan Informasi Energi AS mengatakan bahwa produksi minyak AS berada di jalur penurunan untuk bulan ketiga berturut-turut menjadi 9,393 juta barel/hari pada bulan Oktober, terendah sejak Mei.
- EUR/USD turun 0,1% menjadi 1,0680. Euro melepas kembali beberapa kenaikan sesi sebelumnya setelah para pengambil kebijakan European Central Bank (ECB) menolak gagasan bahwa pemangkasan suku bunga akan segera terjadi.
- ECB cenderung dovish terhadap keputusan kebijakan moneter lebih lanjut, sementara inflasi zona euro bulan Agustus diperkirakan IHK naik 0,6%mom dan naik 5,3%yoy, masih jauh di atas target inflasi jangka menengah ECB sebesar 2%, namun inflasi inti, yang tidak termasuk harga energi dan makanan yang volatil, terlihat turun menjadi 5,3% dari 5,5% per tahun.
- Pelaku pasar cenderung masih wait and see menjelang hasil pertemuan The Fed bulan September di tanggal 19-20 September 2023. Keputusan rapat bank sentral AS diperkirakan berimplikasi pada pasar surat utang pemerintah Indonesia.
- Total incoming bid lelang SUN hari ini diperkirakan mencapai kisaran Rp30 triliun hingga Rp50 triliun, lebih tinggi dibandingkan hasil lelang SUN dua pekan lalu yang tercatat sebesar Rp20 triliun. Minat investor yang tinggi sejalan dengan solidnya perekonomian domestik masih menjadi daya tarik dalam berinvestasi di pasar obligasi pemerintah.
- IHSG hari ini ditutup menguat 0,64% ke level 6.980,32. Sektor yang naik paling tinggi adalah sektor barang baru 2,18%, sektor transportasi menguat 1,02%, sektor keuangan naik 0,86%, sektor energi naik 0,67%.
-
Rupiah hari ini ditutup melemah
0,06% ke level Rp15.380/USD, dibandingkan penutupan sebelumnya
di level Rp 15.370/USD.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP