Financial Market Update
POI - Point of Interest:
Tekanan di pasar global meningkat seiring meningkatnya tensi geopolitik
khususnya antara AS dan China serta sinyal hawkish dari para petinggi Bank
Sentral AS. Tekanan tsb mendorong kenaikan yield US Treasury yang diperkirakan
akan membuka potensi kenaikan yield di pasar surat utang domestik. Akan tetapi,
potensi kenaikan yield secara signifikan diperkirakan akan dibatasi oleh mulai
meningkatnya minat investor untuk masuk ke pasar domestik, yang tercermin dari
meningkatnya partisipasi investor dalam lelang SUN kemarin, dimana total bid
investor mencapai IDR36,91 triliun, lebih tinggi dari lelang SUN sebelumnya
yang sebesar IDR29,45 triliun.
Rilis data lowongan pekerjaan AS pada Juni 2022 turun 605.000 menjadi
10,7 juta dibandingkan bulan sblmnya, menjadi level terendahnya selama 9 bulan
terakhir. Selain itu, kondisi pasar tenaga kerja yang ketat di tengah
meningkatnya perlambatan ekonomi ditunjukkan dengan selama 3 bulan
berturut-turut sekitar 4,2juta orang Amerika berhenti dari pekerjaan mereka
pada Mei 2022.
Harga minyak mentah Brent turun US$ 1,34 atau 1,3% pada US$ 99,20/barel,
sedangkan harga minyak mentah WTI turun US$ 1,28 atau 1,4% menjadi US$
93,14/barel. Menjelang pertemuan, OPEC+ memangkas perkiraannya untuk surplus
pasar minyak tahun ini sebesar 200.000 barel/hari (bph), menjadi 800.000 bph.
Harga emas dunia naik 0,39% di pasar spot, berada di level USD
1.766,69/troy ons. Penguatan emas didorong dengan ketegangan geopolitik
AS-China.
PT Pertamina (Persero) pada 3 Agustus 2022 resmi menaikkan harga tiga
jenis BBM non subsidinya, diantaranya Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina
Dex. Secara spesifik, di DKI Jakarta misalnya, harga Pertamax Turbo (RON 98)
naik dari semula Rp 16.200 per liter menjadi Rp 17.900, sedangkan Dexlite naik
dari semula Rp 15.000 per liter menjadi Rp 17.800 per liter. Kemudian,
Pertamina Dex naik dari Rp 16.500 per liter menjadi Rp 18.900 per liter. Untuk
harga Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) atau Pertalite di seluruh Indonesia
masih sama yakni Rp 7.650 per liter, sementara harga Pertamax masih juga di
bawah keekonomian atau Rp 12.500 per liter di sesuai per wilayah.
IHSG ditutup menguat 0,84% atau 58,48 poin ke 7.046,63. Penguatan IHSG
ditopang oleh kenaikan lima indeks sektoral, diantaranya Sektor teknologi naik
3,22%, Sektor infrastruktur naik 2,27%, Sektor keuangan menguat 0,94%, Sektor
properti dan real estat naik 0,73%, Sektor baran baku naik 0,57%.
Nilai tukar rupiah ditutup melemah 0,15% atau 11,50bps ke level
Rp14.911,5/USD dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp14.893/USD.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP