Financial Market Update

Point of Interest:

 

Jerome Powell menyatakan bahwa dia masih ekspektasikan akan memangkas suku bunga sebanyak tiga kali 25 bp pada tahun ini. Sejauh ini, pelaku pasar ekspektasikan enam kali pemangkasan suku bunga, yang dimulai pada bulan Maret 2024, namun Powell menekankan bahwa langkah tersebut tidak mungkin dilakukan.

 

Indeks dolar melanjutkan tren kenaikan hingga ke level 104,3, merupakan level tertingginya sejak November 2023, menyusul rilisnya data ekonomi AS yang kuat seperti data ketenagakerjaan dan PMI sektor jasa, yang menambah bukti bahwa suku bunga AS tidak akan dipangkas secepat yang diekspektasikan oleh investor.

 

PMI Sektor Jasa AS versi ISM naik ke level 53,4 pada Januari 2024 dari level 50,5 pada Desember 2023, di atas ekspektasi konsensus pada level 52,0. Data tersebut menunjukkan pertumbuhan terkuat di sektor jasa selama empat bulan terakhir.

 

Inflasi produsen di Eropa turun sebesar 10,6% YoY pada bulan Desember 2023, merupakan penurunan terbesar selama tiga bulan terakhir seiring inflasi energi yang turun sebesar 27,5% YoY. Secara bulanan, inflasi produsen di Eropa turun sebesar 0,8% MoM, merupakan penurunan terbesar sejak Mei 2023.

 

Indonesia mencatatkan pertumbuhan PDB sebesar 5,04% YoY di 4Q23. Untuk full-year 2023, PDB meningkat sebesar 5,05% YoY, melambat dari pertumbuhan sebesar 5,31% YoY pada tahun 2022. Untuk tahun 2024F, PDB Indonesia diperkirakan akan tumbuh sebesar 5,3% YoY, didukung oleh belanja terkait pemilu.

 

IHSG ditutup menguat 0,71% atau 51bps pada level 7.249,78.

 

Rupiah ditutup melemah 0,16% atau 25bps pada level Rp15.730/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp15.705/USD.

 

Pasar SBN hari ini bergerak stabil cenderung melemah, terlihat state names masih menjaga yield di sekitar 6,59%-6,61% untuk tenor 10 tahun. Namun masih banyaknya offer di market terutama pada tenor panjang karena market mengurangi risiko menjelang pemilu minggu depan.

 

Total Kepemilikan asing turun IDR 844,08T (14,76% dari total outstanding) per 2 Feb 24 dari IDR 842,54T per 1 Feb 24. Total outstanding IDR 5.723,06T.

 

 

Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP