Financial Market Update
Point of Interest:
Defisit anggaran pemerintah AS menyusut menjadi USD22
miliar pada Januari 2024, dari defisit
USD39 miliar pada Januari 2023 dan sejalan dengan ekspektasi konsensus yaitu
defisit sebesar USD21 miliar. Ini merupakan bulan kelima secara berturut-turut
AS mencatatkan defisit anggaran seiring berkurangnya pengembalian pajak.
Ekspektasi inflasi konsumen AS untuk tahun depan tetap
stabil di 3,0% YoY, merupakan level
terendahnya selama tiga tahun terakhir. Selain itu, ekspektasi inflasi tetap
tidak berubah pada 2,5% YoY untuk 5-tahun ke depan, sementara proyeksi 3-tahun
ke depan turun menjadi 2,4% YoY dari 2,6% YoY.
Indeks USD naik ke atas level 104.2 seiring investor
yang menunggu rilisnya data inflasi AS pada pertengahan pekan ini. Pada Januari 2024, inflasi headline AS
diekspektasikan akan turun menjadi 3,0% YoY, yang merupakan level terendahnya
sejak Juni 2023, sedangkan tingkat inflasi inti AS diekspektasikan akan
mencapai 3,8% YoY, yang merupakan level terendahnya selama tiga tahun terakhir.
Harga minyak Brent stabil pada kisaran USD82-83/barel, ditopang oleh ketegangan geopolitik. Israel
melakukan serangan udara di Rafah Palestina menyusul penolakan proposal
gencatan senjata pekan lalu, sementara Houthi di Yaman melaporkan serangan
kapal lainnya di Laut Merah.
Menurut Bank UOB, terdapat kemungkinan bahwa cadangan
devisa akan meningkat menjadi USD155 miliar pada tahun 2024, lebih tinggi dibandingkan dengan USD146,4 miliar
pada tahun 2023 yang ditopang oleh potensi penguatan permintaan dari negara
mitra dagang utama Indonesia, yang dapat meningkatkan ekspor.
IHSG ditutup melemah 1,20% atau 88bps pada level
7.209,74.
Rupiah ditutup stabil pada level Rp15.595/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level
Rp15.595/USD.
Pasar SBN hari ini bergerak menguat, untuk tenor 5 dan 10 tahun bergerak lebih rendah 1-3
bps dibandingkan cut off lelang kemarin. Beberapa state names mendorong bonds
tenor 30 tahun ke 6,93%. Market masih wait and see hasil pemilu besok.
Total Kepemilikan asing turun IDR 842,31T (14,71% dari
total outstanding) per 6 Feb 24 dari
IDR 844,65T per 5 Feb 24. Total outstanding IDR 5.723,06T.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP