Financial Market Update
Point of Interest:
Indeks dolar melemah ke bawah level 104, merupakan level terendahnya dalam dua pekan terakhir,
sejalan dengan penurunan yield US Treasury, seiring investor yang menunggu
rilis risalah FOMC dan komentar dari pejabat Fed untuk mendapatkan petunjuk
terkait timing pemangkasan suku bunganya.
People's Bank of China (PBoC) memangkas suku bunga
acuan KPR-nya, yaitu Loan Prime Rate (LPR) tenor 5-tahun, sebesar 25 bp ke
level 3,95% pada pertemuan Februari 2024. Ini
merupakan pemangkasan suku bunga untuk pertama kalinya sejak Juni 2023, sebagai
upaya untuk memacu permintaan pinjaman bank dan memulihkan lesunya sektor
properti.
Harga minyak Brent turun hingga sekitar USD82-83/barel di tengah kekhawatiran terkait tingginya suku bunga
global yang berkepanjangan yang berdampak pada permintaan minyak, sementara
International Energy Agency (IEA) memperkirakan permintaan minyak global yang
lebih rendah ke depan seiring peralihan ke energi terbarukan.
BI-Rate dipertahankan pada level 6% tetap konsisten dengan fokus kebijakan moneter yang
pro-stability, yaitu untuk penguatan stabilisasi nilai tukar Rupiah serta
langkah pre-emptive dan forward looking untuk memastikan inflasi tetap
terkendali dalam sasaran 2,5±1% pada 2024.
IHSG ditutup melemah 0,60% atau 44bps pada level
7.308,45.
Rupiah ditutup menguat 0,16% atau Rp25 pada level
Rp15.635/USD, dibandingkan dengan
penutupan sebelumnya di level Rp15.660/USD.
Pasar Bonds masih berada pada kisaran sempit dimana seri benchmark tenor 10 tahun tidak mampu
bergerak jauh dari level 6,60%.
Total Kepemilikan asing turun IDR 841,38T (14,68% dari
total outstanding) per 15 Feb 24 dari
IDR 838,76T per 13 Feb 24. Total outstanding IDR 5.730,26T.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP