Financial Market Update
Point of Interest:
Berdasarkan risalah rapat ECB, para pejabat ECB
sepakat bahwa terlalu dini untuk membahas pemangkasan suku bunga yang berpotensi menghambat atau menunda kembalinya
inflasi ke tingkat target 2% tepat pada waktunya. Meskipun terdapat indikasi
penurunan tekanan inflasi di Eropa.
Tingkat inflasi di Eropa tercatat sebesar 2,8% YoY
pada Januari 2024, sedikit lebih rendah
dari 2,9% YoY pada Desember 2023 dan di atas target ECB sebesar 2,0% YoY.
Sementara itu, inflasi inti melambat ke 3,3% YoY, merupakan level terendahnya
sejak Maret 2022.
PMI Komposit AS versi Global S&P turun ke level
51,4 pada Februari 2024 dari level 52,0 pada Januari 2024. Sektor manufaktur AS mengalami penurunan produksi
seiring memburuknya rantai pasokan yang disebabkan cuaca buruk.
Jumlah orang yang mengklaim tunjangan pengangguran di
AS turun sebanyak 12.000 menjadi 201.000 pada pekan yang berakhir 17 Februari
2024, jauh di bawah ekspektasi konsensus yaitu sebanyak
218.000, merupakan jumlah klaim pengangguran yang terendah selama empat bulan
terakhir.
Harga minyak Brent rebound ke atas USD83/barel setelah laporan EIA terbaru menunjukkan persediaan
minyak yang lebih kecil dari perkiraan pada pekan lalu. Data EIA menunjukkan
persediaan minyak di AS naik sebesar 3,5 juta barel, lebih rendah dari
ekspektasi konsensus yaitu kenaikan sebesar 3,9 juta barel.
IHSG ditutup melemah 0,87% atau 64 poin pada level
7.276,11.
Rupiah ditutup melemah 0,03% atau Rp5 pada level
Rp15.595/USD, dibandingkan dengan
penutupan sebelumnya di level Rp15.590/USD.
Pasar Bonds bergerak menguat terutama tenor 10 tahun. Selain itu seri off the run
juga turut menguat a.l. FR87, FR91, FR74 dan FR68.
Total Kepemilikan asing turun IDR 841,38T (14,68% dari
total outstanding) per 15 Feb 24 dari
IDR 838,76T per 13 Feb 24. Total outstanding IDR 5.730,26T.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP