Financial Market Update
POI - Point of Interest:
Defisit perdagangan di AS
menyempit sebesar USD5,3 miliar ke level terendahnya selama 6 bulan terakhir
sebesar USD79,6 miliar pada Juni 2022, sejalan dengan perkiraan konsensus
sebesar USD80,1 miliar. Total ekspor naik 1,7% YoY ke level all-time-high
sebesar USD260,8 miliar sementara impor turun 0,3% YoY ke USD340,4 miliar.
Defisit perdagangan melebar dengan China (USD-36,9 miliar) dan Meksiko (USD-11
miliar) tetapi menyempit dengan Uni Eropa (USD-18 miliar), Kanada (USD-7,9
miliar) dan Rusia (USD-0,6 miliar).
Harga minyak WTI turun
-3,1% ke USD87/barel, level terendahnya sejak Februari 2022 ketika Rusia mulai
menginvasi Ukraina, karena suku bunga yang lebih tinggi dari bank sentral di
banyak negara, lonjakan inflasi yang terus berlanjut dan perlambatan ekonomi
global akan sangat mempengaruhi permintaan minyak ke depan.
Menurut proyeksi terbaru
BOE, inflasi Inggris diperkirakan akan meningkat menjadi 13,3% YoY pada Oktober
2022, dan akan tetap pada level yang sangat tinggi sepanjang tahun 2023,
sebelum turun ke target 2,0% YoY dua tahun kemudian. Melihat pertumbuhan
ekonomi, Inggris sekarang diproyeksikan memasuki resesi di 4Q22 karena harga
gas yang naik hampir 2x lipat akan memperburuk penurunan daya beli rumah
tangga.
Penyebaran Covid-19 dalam
negeri terus meningkat, berdasarkan data Satgas Covid-19, hingga Kamis (04/08)
ada tambahan 6,527 kasus baru corona. Sehingga total menjadi 6,229,315 kasus
positif Corona. Jumlah kasus aktif Covid-19 di Indonesia mencapai 50,706 kasus,
turun 151 dari sehari sebelumnya.
IHSG ditutup menguat 0,39%
atau 27 bps ke level 7.084,66. IHSG menguat hari ini di tengah pertumbuhan PDB
kuartal kedua Indonesia yang lebih kuat dari perkiraan di +5,44% YoY; +3.72%
QoQ.
Rupiah ditutup menguat 40bps atau 0,27% ke level Rp14.893/USD, dibandingkan
dengan penutupan sebelumnya di level Rp14.933/USD.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP