Financial Market Update
Point of Interest:
Menurut survei Konsumen Universitas Michigan,
ekspektasi inflasi setahun ke depan di AS naik tipis menjadi 3,0% YoY pada
bulan Februari 2024, dari 2,9% YoY pada
bulan Januari 2024. Pada saat yang sama, prospek inflasi AS untuk lima tahun ke
depan sebesar di 2,9% YoY pada Februari 2024.
Sentimen konsumen University of Michigan untuk AS
direvisi lebih rendah ke level 76,9 pada Februari 2024 dari awalnya pada level 79,6 dan lebih rendah dari
level 79,0 pada Januari 2024.
OPEC+ yang dipimpin oleh Arab Saudi dan Rusia sepakat
untuk memperpanjang pemangkasan produksi minyak (secara sukarela) sebesar 2,2
juta barel per hari pada 2Q24,
untuk memberikan dukungan ekstra pada pasar minyak global di tengah
kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi global ke depan.
Harga emas global mencapai rekor tertingginya sebesar
USD2,115/ons, seiring investor yang
ekspektasikan bahwa Fed akan mulai memangkas suku bunganya pada 2H24. Investor
saat ini menunggu pernyataan Ketua Fed Jerome Powell untuk mendapatkan petunjuk
lebih lanjut terkait arah kebijakan moneter.
Tingkat pengangguran di Eropa turun tipis menjadi 6,4%
pada bulan Januari 2024 (rekor terendah)
dari 6,5% pada bulan Desember 2023. Spanyol melaporkan tingkat pengangguran
tertinggi sebesar 11,6%, Prancis sebesar 7,5% dan Italia sebesar 7,2%.
Sebaliknya, Jerman mencatatkan angka pengangguran terendah yaitu sebesar 3,1%.
IHSG ditutup melemah 0,34% atau 25 poin pada level
7.252,07.
Rupiah ditutup melemah 0,18% atau Rp29 pada level
Rp15.769/USD, dibandingkan dengan
penutupan sebelumnya di level Rp15.740/USD.
Pasar Bonds bergerak melemah pada hampir semua tenor dengan kenaikan yield 2-3bps
karena funding cost yang lebih tinggi dan pelemahan Rupiah mendorong foreign
untuk menjual sebagian bonds mereka dalam seminggu terakhir. Hari ini DJPPR
memenangkan lelang SBSN sebesar Rp 7,38 T dimana lebih rendah dari target Rp 12
T.
Total Kepemilikan asing turun IDR 837,13T (14,47% dari
total outstanding) per 29 Feb 24 dari
IDR 835,46T per 28 Feb 24. Total outstanding IDR 5.784,29T.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP