Financial Market Update

POI - Point of Interest:

*    Producer Price Index (PPI) di AS secara tak terduga turun 0,5% MoM pada Juli 2022, dibandingkan dengan kenaikan 1,0% MoM di Juni 2022 dan mengalahkan perkiraan konsensus 0,2% kenaikan. Ini adalah penurunan pertama PPI dalam lebih dari dua tahun, sebagian besar disebabkan oleh penurunan harga BBM sebesar 16,7% MoM. Secara tahunan, PPI juga turun ke level 9,8% YoY, terendah sejak Oktober 2021 dan lebih rendah dari perkiraan konsensus sebesar 10,4% YoY.

*    Pelaku pasar obligasi, tidak terpengaruh oleh tanda-tanda puncak inflasi AS, terus mendorong Yield UST tenor 10-tahun naik ke level tertinggi 3 minggu di level 2,89% dengan fokus pada kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh Federal Reserve. Pelaku pasar sekarang memperkirakan peluang 58% kenaikan 50 bps dan peluang 42% kenaikan 75 bps pada September 2022.

*    China menghentikan kerja sama AS dalam berbagai aspek setelah kunjungan Pelosi ke Taiwan seperti Contemporary Amperex Technology Co. Ltd. (CATL), produsen baterai kendaraan listrik terbesar di dunia, baru-baru ini secara tiba-tiba mengumumkan pembatalan proyek baterai senilai USD5 miliar di AS. Ini berdampak pada 10.000 tenaga kerja AS dan menghentikan pengiriman baterai ke Tesla dan Ford Motor, menyebabkan gangguan pada rantai pasokan mobil listrik AS. Ini hampir mungkin akan mengarah pada perang dagang antara AS dan China ke depan.

*    Harga minyak Brent naik lebih dari 2,0% ke atas USD99/barel pada hari Kamis, melanjutkan kenaikan 1,1% dari hari sebelumnya setelah IEA menaikkan perkiraan permintaan minyaknya untuk tahun 2022. Harga gas alam dan listrik yang lebih tinggi akan menyebabkan lebih banyak peralihan gas-ke-minyak dan penurunan hampir 20% dalam produksi minyak Rusia pada awal tahun depan ketika larangan penuh Eropa mulai memberikan dampak ke pasar.

*    Pemerintah memutuskan menaikkan kuota BBM Pertalite RON 90 bersubsidi sebesar 5 juta kiloliter menjadi 28 juta kiloliter untuk 2022 karena khawatir pembatasan konsumsi Pertalite akan berdampak pada inflasi. Akibatnya, alokasi APBN 2022 untuk subsidi energi yang mencakup subsidi listrik akan melampaui Rp502 triliun dan diperkirakan mencapai Rp600 triliun, atau 19,3% dari target belanja negara versi revisi 2022 sebesar Rp3.106 triliun.

*    IHSG ditutup melemah 0,43% atau 31bps ke level 7.129,28.

*    Rupiah ditutup menguat 100bps atau 0,68% ke level Rp14.668/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp14.768/USD.   


Demikian disampaikan, terima kasih.


Divisi Pengelolaan Investasi


DAPENBI IP