Financial Market Update
POI - Point of Interest:
Survey sentimen konsumen
Universitas Michigan untuk AS meningkat menjadi 55,1 pada Agustus 2022 dari
51,5 pada Juli 2022, di atas perkiraan konsensus 52,5. Ekspektasi inflasi untuk
tahun depan turun menjadi 5,0% YoY, terendah sejak Februari 2022 tetapi masih
jauh di atas angka 4,6% YoY dari tahun lalu.
Suku bunga rendah Cina
tidak mampu meningkatkan penyaluran kredit, sehingga menyulitkan bank sentral
untuk meningkatkan ekonomi. Data bank sentral Cina menunjukkan penurunan
substansial dalam pertumbuhan kredit pada Juli 2022 karena penurunan permintaan
rumah dan kebijakan zero Covid-19. Kondisi ini menimbulkan risiko keuangan
yaitu menurunnya ketertarikan investor terhadap pasar modal Cina, sehingga dana
investor asing diprediksi mengalir ke negara berkembang yang modalnya keluar
dari Cina.
Lockdown di pelabuhan
China dan invasi Rusia ke Ukraina telah mengganggu aktivitas ekspor-impor
global tahun ini. Situasi ini kemudian diperparah oleh berlanjutnya manuver
latihan militer China di sekitar Taiwan sebagai pembalasan atas kunjungan
Pelosi akan memicu masalah rantai pasokan global karena Selat Taiwan dilalui
80% kapal kontainer terbesar global, yang dapat memicu inflasi global ke depan.
Di AS, fokus utama
investor akan tertuju pada risalah rapat FOMC terbaru, data penjualan ritel,
dan data penjualan perumahan. Di negara lain, investor akan memperhatikan angka
inflasi di Inggris, Jepang, dan Kanada. Rilis data penting lainnya termasuk
data sentimen ekonomi untuk Jerman, produksi industri untuk Cina, tingkat
pengangguran untuk Inggris, dan pertumbuhan PDB 2Q22 untuk Jepang.
Besok DJPPR akan
mengadakan lelang SUN dengan target sebesar Rp19 triliun dan target maksimal
sebesar Rp28,5 triliun. Beberapa seri baru yang akan dilelangkan yaitu
SPN03221117, SPN12230818, FR0095 (jatuh tempo 15 Agustus 2028), FR0096 (jatuh
tempo 15 Februari 2033), FR0097 (jatuh tempo 15 Juni 2014).
IHSG ditutup melemah 0,50%
atau 36bps ke level 7.093,28. Transaksi pasar moderat dengan nama-nama big caps
yang sebagian besar berasal dari nama keuangan dan teknologi seperti TLKM
-2,2%, ARTO -2,2%, ASII -1,1%, BBRI -0,5%, EMTK -5,5%, memimpin penurunan
sementara nama properti dan konstruksi berlawanan dengan arah pasar.
Rupiah ditutup melemah 75bps atau 0,51% ke level Rp14.743/USD, dibandingkan
dengan penutupan sebelumnya di level Rp14.668/USD.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP