Financial Market Update
Point of Interest:
Indeks Optimisme Ekonomi TIPP di AS turun ke level
40.5 pada Juni 2024, merupakan level
terendahnya selama enam bulan terakhir, turun dari level 41.8 pada Mei 2024 dan
jauh di bawah ekspektasi konsensus pada level 45.2. Indeks tersebut berada di
teritori negatif selama 34-bulan secara berturut-turut sejak September 2021.
Jumlah lowongan pekerjaan di AS turun sebanyak 296.000
dari bulan sebelumnya menjadi 8,1 juta pada April 2024, merupakan level terendahnya sejak Februari 2021 dan
di bawah ekspektasi konsensus sebanyak 8,3 juta. Penurunan lapangan kerja
terjadi di sektor kesehatan, bantuan sosial, dan pendidikan.
Jumlah orang yang berhenti bekerja di AS naik tipis
menjadi 3,5 juta pada April 2024 dari 3,4 juta pada Maret 2024. Rasio berhenti kerja, sebuah metrik yang mengukur
orang yang meninggalkan pekerjaan secara sukarela (resign) terhadap total
pekerjaan yang tersedia di AS tercatat rata-rata sebesar 2,2% selama enam bulan
secara berturut-turut.
Pesanan baru untuk barang-barang manufaktur AS naik
0,7% MoM menjadi USD588,2 miliar pada April
2024, flat dibandingkan bulan Maret 2024, dan sedikit di atas ekspektasi
konsensus yaitu kenaikan sebesar 0,6% MoM yang ditopang oleh produk-produk
mesin dan logam.
Indeks Manajer Logistik di AS melonjak ke level 55,6
pada Mei 2024, dari level 52,9 pada
April 2024. Indeks tersebut telah mencatatkan kenaikan selama enam bulan
terakhir secara berturut-turut. Kenaikan terbesar tercatat pada harga
transportasi yang melonjak hingga level tertingginya sejak Juni 2022.
IHSG ditutup menguat 2,14% atau 152 poin pada level
6.947,67.
Rupiah ditutup melemah 0,40% atau Rp65 pada level
Rp16.285/USD, dibandingkan dengan
penutupan sebelumnya di level Rp16.220/USD.
Pasar Bonds hari ini bergerak melemah seiring pelemahan Rupiah, dimana terdapat penjualan
oleh offshore names.
Total Kepemilikan asing turun IDR 806,27T (14,06% dari
total outstanding) per 4 Juni 24 dari
IDR 807,39T per 30 Mei 24. Total outstanding IDR 5.740,01T.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP