Financial Market Update

Point of Interest:


Yield UST melanjutkan penurunannya seiring masih berlanjutnya ekspektasi terhadap meredanya tekanan inflasi AS ke depan sebesar 2,9% (Juni 2024) berdasarkan survey University of Michigan, lebih rendah dari bulan sebelumnya di 3,00%.

 

Sentimen konsumen Universitas Michigan untuk AS turun selama 4 bulan berturut-turut ke level 66,0 (Juli 2024), level terendahnya sejak November 2023, seiring konsumen di AS yang masih mengkhawatirkan tingginya inflasi dan ketidakpastian ekonomi yang masih berlanjut menjelang pemilu AS.

 

Inflasi produsen AS tercatat 2,6%yoy (Juni 2024), level tertingginya sejak Maret 2023, dan inflasi produsen inti AS tercatat 3,0%yoy di atas ekspektasi konsensus. 


Pelaku pasar global optimis terhadap pemangkasan suku bunga di September dengan probabilitas mencapai 90,3% dengan pemangkasan suku bunga the Fed sebesar 25bp (Sep 2024, CME Fedwatch Tool)

 

Surplus Neraca Perdagangan China naik menjadi USD99,05 miliar (Juni 2024), menjadi surplus terbesar sejak Juli 2022 seiring ekspor yang tumbuh 8,6%yoy sementara impor turun 2,3%yoy.

 

Surplus Neraca Perdagangan RI tercatat sebesar USD2,39 miliar (Juni 2024), turun USD0,54 miliar dibandingkan bulan sebelumnya. Nilai ekspor RI turun 6,65% menjadi USD20,84 miliar sementara impor tercatat USD18,45 miliar (turun 4,89%).


BI melaporkan posisi ULN Bank Sentral per Mei 2024 tercatat USD18,78 miliar (setara Rp303,86 T), naik signifikan 103% dibandingkan total ULN Mei 2023 (USD 9,26 miliar).


HSG ditutup melemah 0,66% ke level 7.278,86.


Rupiah ditutup melemah 0,21% ke level Rp16.170/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp16.137/USD.



Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP