Financial Market Update
Point of Interest:
Sentimen pasar AS saat ini dipengaruhi oleh ketidakpastian politik dan potensi kemenangan Donald Trump.
Bank Sentral Eropa mempertahankan suku bunga acuan pada level 4,25%, sementara itu proyeksi Inflasi di Uni Eropa mencapai 2,4% hingga akhir 2024, dan kemudian melambat menjadi 2.0% pada 2025.
Kalender Ekonomi AS pekan ini, rilisnya beberapa data ekonomi termasuk PDB AS 2Q24, inflasi PCE AS, data belanja konsumen, PMI manufaktur dan sektor jasa global versi S&P, dan data perumahan.
People’s Bank of China (PBoC) memangkas suku bunga acuan pinjaman (LPR) tenor 1yr menjadi 3,35% (prior: 3,45%) dan tenor 5yr menjadi 3,85% (prior: 3,95%), serta suku bunga untuk laporan reverse repo 7 hari menjadi 1,7% dari 1,8%. Pemangkasan bertujuan untuk memperkuat penyesuaian kontra-siklus guna mendukung perekonomian riil.
Yield obligasi domestik berpotensi melanjutkan kenaikannya pada perdagangan awal pekan ini seiring meningkatnya yield obligasi AS dan Eropa. Investor diperkirakan belum akan terlalu agresif pada lelang SUN pekan ini menunggu beberapa rilis data ekonomi AS pekan ini.
IHSG ditutup menguat 0,38% ke level 7.321,98
Rupiah ditutup melemah 0,18% ke level Rp16.220/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp16.191/USD.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP