Financial Market Update

Point of Interest:

 

        Klaim pengangguran AS periode 16 Agustus naik 4.000 menjadi 232.000, sedikit di atas ekspektasi konsensus 230.000. Pelemahan pasar tenaga kerja AS mendukung ekspektasi investor akan pemangkasan FFR pada setiap pertemuan FOMC yang tersisa tahun ini.

        PMI Komposit AS Global S&P (Agustus)  turun ke 54,1 dari 54,3 (Juli), namun di atas ekspektasi konsensus 53,5. Rilis data tersebut menunjukkan pertumbuhan aktivitas bisnis AS yang masih berlanjut.

        Gubernur BoJ, Kazuo Ueda, menyatakan bahwa BoJ masih berada pada jalur kenaikan suku bunga lebih lanjut jika kondisi ekonomi dan harga sesuai dengan ekspektasi.

        Sentimen politik dalam negeri hari ini sedikit membaik. Wakil Ketua DPR-RI, Sufmi Dasco, menyatakan bahwa pengesahan RUU Pilkada tidak bisa dilakukan dan parlemen menyerahkan pada KPU untuk mengeluarkan PKPU berdasarkan tafsiran MK.

        Kementrian Keuangan RI mengklaim telah melakukan efisiensi anggaran hingga Rp2,21 triliun selama tahun anggaran 2020-2023, didukung oleh pengelolaan yang hati-hati, efisien, dan disiplin.

        BI melaporkan jumlah uang beredar dalam arti luas (M2) Juli sebesar Rp8.970,8 triliun, atau tumbuh 7,4%YoY, melambat dari bulan Juni sebesar 7,7%. Pertumbuhan M2 tersebut didorong oleh penyaluran kredit (11,6%YoY) dan tagihan ke Pemerintah Pusat (15,8%YoY).

        IHSG ditutup menguat 0,74% ke level 7.544,30.

        Rupiah ditutup menguat 0,71% ke level Rp Rp15.490/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp 15.600/USD.

 

 

Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP