Financial Market Update

Point of Interest:

 

     Durable Goods Order AS tercatat tumbuh 9,9% MoM (Juli) dari 6,9% MoM (Juni) dan di atas ekspektasi konsensus sebesar 5,0%. Indeks Dallas Fed Mfg Activity tercatat di level -9,7 (Agustus), lebih baik dari Juli di level -17,5.

 

     Membaiknya data ekonomi AS mengindikasikan perlambatan ekonomi AS saat ini mungkin hanya bersifat sementara dan meredakan ekspektasi bahwa the Fed akan agresif dalam memangkas suku bunganya ke depan sehingga mendorong DXY rebound ke 100,8.

 

     GDP QoQ Jerman kuartal II-2024 terkontraksi 0,1% dari kuartal sebelumnya yang tumbuh 0,2%, terutama disebabkan oleh permintaan swasta yang lemah dan penurunan aktivitas investasi.

 

     Harga minyak Brent menguat ke kisaran level USD81-82 per barel didorong kekhawatiran risiko pasokan di tengah meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah dimana terjadi serangan intens antara Israel dan Hizbullah.

 

     Pemerintah Indonesia menetapkan asumsi kurs Rupiah Rp16.100 per USD dan yield SBN 10 tahun pada 7,1% dalam RAPBN 2025. Menteri Keuangan, Sri Mulyani, menyatakan tingginya defisit AS dapat mendorong peningkatan penerbitan UST dan berpotensi menahan penurunan yield UST sehingga berdampak ke Indonesia.

 

     Investor asing tercatat membeli net USD60 juta saham Indonesia pada Senin kemarin. Sementara global fund tercatat membeli net USD245 juta obligasi Indonesia pada 23 Agustus dan merupakan arus masuk harian terbesar dalam 5 tahun terakhir.

 

     IHSG ditutup melemah 0,11% ke level 7.597,88

 

     Rupiah ditutup melemah 0,42% ke level Rp Rp15.495/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp 15.430/USD.

 

 

Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP