Financial Market Update
Point of Interest:
• Pelaku
pasar masih cenderung wait and see terhadap rilis data revisi PDB AS 2Q24 malam
ini serta PCE price index AS di hari Jumat untuk
memperoleh gambaran yang lebih jelas terkait kondisi perekonomian AS.
• Presiden
Federal Reserve Bank of Atlanta, Raphael Bostic, menyatakan dirinya masih
menunggu data tambahan untuk meyakinkan bahwa sudah saatnya untuk memangkas
FFR. Bostic juga menyampaikan bahwa pasar tenaga
kerja AS masih cukup kuat.
• Tingkat
kepercayaan bisnis New Zealand naik ke level tertinggi sejak Mei 2014
setelah RBNZ memangkas suku bunga pada 14 Agustus. ANZ Business Outlook Index
naik signifikan ke 50,6 pada Agustus dari 27,1 pada Juli.
• Komisi
XI DPR RI bersama pemerintah menyepakati asumsi kurs RAPBN 2025 menjadi
Rp16.000/USD dari sebelumnya Rp16.100/USD dan
asumsi suku bunga SBN tenor 10 tahun menjadi 7% dari sebelumnya 7,1%.
• BPJS
menyebutkan jumlah kelas menengah terus menyusut setelah pandemi Covid-19.
Jumlah kelas menengah pada tahun ini turun menjadi 47,85 juta (17,13%) dari
58,83 juta (19,28%) pada tahun 2021.
• BI
memproyeksi kredit perbankan akan tumbuh sekitar 12%yoy pada 2024 dan 11%-13%
pada 2025. Kredit perbankan tumbuh 12,4% pada Juli 2024
dengan penyaluran paling banyak ke sektor padat modal.
•
IHSG ditutup melemah 0,41% ke
level 7.627,60.
• Rupiah
ditutup menguat 0,06% ke level Rp Rp15.415/USD,
dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp 15.425/USD.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP