Financial Market Update

Point of Interest:

 

·     PMI Manufaktur ISM AS naik tipis ke 47,2 (Agustus) dari 46,8 (Juli), di bawah ekspektasi konsensus sebesar 47,5 dan mencerminkan kontraksi selama 21-bulan dalam aktivitas manufaktur AS.

 

     PMI Manufaktur S&P Global AS direvisi turun ke 47,9 (Agustus) dari 48,0 dan di bawah ekspektasi konsensus sebesar 48,0. Data manufaktur yang lemah menunjukkan risiko yang lebih tinggi pada perlambatan pertumbuhan AS pada 2H24.

 

     Gubernur BOJ, Kazuo Ueda, menegaskan kembali stance bank sentral untuk terus menaikkan suku bunga jika perekonomian dan inflasi sejalan dengan ekspektasi BOJ.

 

     Bank of America (BofA) menurunkan estimasi pertumbuhan China 2024 menjadi 4,8% dengan pertimbangan pelemahan di sektor jasa, permintaan domestik yang lesu, dan menurunnya permintaan di pasar properti.

 

     Pemerintah mengusulkan tambahan belanja Kementerian/Lembaga (K/L) sebesar Rp117,87 T dalam RAPBN 2025 untuk program quick win pemerintahan baru. Tambahan belanja K/L diambil dari Cadangan belanja negara Cadangan Pendidikan, dan Cadangan transfer ke daerah yang turun masing-masing Rp12,39 T, Rp66,8 T, dan Rp14,38 T.

 

     Menteri Keuangan, Sri Mulyani, memastikan besaran defisit dalam RAPBN 2025 tidak berubah, yaitu sebesar Rp616,19 T (2,53% dari PDB), meskipun terdapat perubahan pendapatan dan belanja negara.

 

     IHSG ditutup menguat 0,74% ke level 7.672,90.

 

     Rupiah ditutup menguat 0,32% ke level Rp Rp15.475/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp 15.525/USD.

 

 

Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP