Financial Market Update
Point of Interest:
•
Inflasi produsen (YoY) di AS naik 1,7% (Agustus) dari 2,1% (Juli) dan di
bawah perkiraan konsensus sebesar 1,8%. Sementara itu, inflasi produsen inti (YoY)
AS stabil sebesar 2,4%, sejalan dengan estimasi konsensus.
•
Klaim pengangguran di AS periode 7 September meningkat sebanyak 2.000
dari pekan sebelumnya menjadi 230.000, sejalan dengan ekspektasi konsensus dan
mencerminkan tren berlanjutnya pelemahan pasar tenaga kerja AS
•
ECB memangkas suku bunga deposito sebesar 25bps ke 3,5% sejalan dengan
penurunan inflasi di Eropa. ECB memperkirakan inflasi Eropa sebesar 2,5% YoY pada tahun 2024, 2,2%
YoY pada tahun 2025, dan 1,9% YoY pada tahun 2026 seiring turunnya harga energi
•
Harga emas naik ke level all-time-high di USD2.560/ons didorong ekspektasi pemangkasan FFR di
tengah sinyal perlambatan ekonomi AS.
•
Investor asing tercatat melakukan net buy sebesar Rp1,52 triliun di pasar saham kemarin saat harga saham
mencapai level all-time high.
•
Kementrian Keuangan menyatakan bahwa aturan pembebasan PPN Ditanggung
Pemerintah (DTP) 100% diperpanjang hingga akhir tahun 2024 untuk sektor
properti akan segera diterbitkan dalam waktu dekat. Adapun jumlah rumah
yang sudah memanfaatkan PPN-DPT di semester I 2024 sebanyak 22.449 unit rumah.
•
IHSG ditutup menguat 0,18% ke level 7.812,13.
•
Rupiah ditutup menguat 0,19% ke level Rp Rp15.430/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di
level Rp 15.430/USD.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP