Financial Market Update

Point of Interest:

·    Perekonomian AS tumbuh sebesar 3,0%yoy pada 2Q24, lebih tinggi dari 1Q24 sebesar 1,6%yoy. Fed memproyeksikan pertumbuhan PDB AS sebesar 2,0%yoy pada tahun 2024 dan 2025, setelah tercatat tumbuh sebesar 2,9%yoy pada tahun 2023 dan 2,5%yoy pada tahun 2022.

 

·     Klaim pengangguran di AS turun sebanyak 4.000 dari pekan sebelumnya menjadi 218.000 pada periode yang berakhir 21 September 2024, di bawah ekspektasi konsensus sebanyak 225.000, dan mencapai level terendahnya selama 4 bulan terakhir

 

·      Durable Goods Orders di AS periode Agustus 2024 cenderung stabil pada 9,8%mom (level tertinggi selama 4-tahun terakhir), dan kontras dengan ekspektasi konsensus yaitu penurunan sebesar 2,6% MoM.

 

·   Swiss National Bank (SNB) memangkas suku bunganya sebesar 25bps menjadi 1,0% pada September 2024, sejalan dengan ekspektasi konsensus. SNB menyatakan bahwa tekanan inflasi di Swiss mengalami penurunan yang signifikan dibandingkan kuartal sebelumnya.

 

·    BEI mencatat jumlah investor saham telah mencapai 6.001.573 single investor identification (SID) hingga 25 September 2024. Pertumbuhan tersebut mengindikasikan keyakinan investasi di pasar modal Indonesia yang masih cukup terjaga.

 

·     DJPPR Kemenkeu melaporkan realisasi pembayaran bunga utang per Agustus 2024 mencapai Rp315,6 triliun atau setara 63,25% dari target tahun ini sebesar Rp499 triliun. DJPPR tetap optimistis bahwa hingga akhir tahun ini seluruh pembayaran defisit, termasuk bunga utang dapat dilakukan pada tahun ini.

 

·       IHSG ditutup sedikit melemah 0,61% ke level 7.696,92.

 

·       Rupiah ditutup menguat 0,26% ke level Rp Rp15.125/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp 15.165/USD.

 

 

Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP