Financial Market Update
POI - Point of Interest:
US
Treasury yield tenor 10-tahun masih sempat naik ke level 3,1% karena investor
memperkirakan bahwa global bank sentral, khususnya The Fed, akan terus
memperketat kebijakan moneternya untuk menurunkan inflasi yang tinggi.
Sementara itu, komentar hawkish dari beberapa pejabat ECB juga meningkatkan
ekspektasi investor bahwa ECB akan menaikkan suku bunga sebesar 75 bp bulan
depan.
Indeks
dolar konsolidasi di sekitar yang merupakan level tertingginya selama 20 tahun
terakhir, di tengah prospek komitmen Fed untuk menurunkan inflasi dengan
mempertahankan suku bunga yang lebih tinggi untuk waktu yang lebih panjang.
Pelaku pasar sekarang ekspektasikan 70% peluang The Fed akan menaikan suku
bunga 75 bps lagi bulan depan.
Salah
satu pejabat the Fed, Neil Kashkari, menyatakan bahwa adanya sell off pada
pasar saham AS merupakan hal yang wajar karena pasar merespon keseriusan The
Fed untuk menurunkan inflasi kembali ke level 2 persen. Selain itu, Uni Eropa
berencana untuk mengintervensi harga energi di kawasannya untuk menahan biaya
pemakaian dan rencana tersebut akan keluar pada akhir minggu ini.
Beberapa
ekonom AS berpendapat bahwa tanpa pengetatan pada belanja fiskal, kenaikan suku
bunga akan membuat biaya utang pemerintah AS lebih mahal dan mendorong inflasi
lebih tinggi. Dalam situasi saat ini, inflasi AS sebagian besar didorong oleh
pengeluaran fiskal, jadi menaikkan suku bunga saja tidak akan cukup untuk
menurunkan inflasi.
Harga
minyak Brent naik ke sekitar USD105/barel, karena investor menghitung kendala
dari sisi pasokan terhadap kekhawatiran bahwa perlambatan ekonomi global yang
berkepanjangan akan mengganggu permintaan minyak. Setelah Arab Saudi menyatakan
kemungkinan OPEC+ memangkas produksi minyaknya ditambah lagi sekarang bentrokan
sengit di ibukota Libya memicu kekhawatiran gangguan lebih lanjut pada pasokan
minyak global.
Hasil
lelang SUN hari ini total penawaran yang masuk sebesar Rp47,25 triliun dengan
nominal yang dimenangkan sebesar Rp19 triliun.
Harga
obligasi di pasar surat utang Indonesia naik hari ini seiring investor yang
sejenak mengabaikan kekhawatiran mereka terkait sikap hawkish Federal Reserve.
Yield SUN seri – seri acuan bergerak turun pada kisaran 2-9 bp, dimana yield
SUN tenor 10 tahun (FR0091) turun 5 bp ke level 7,10%.
IHSG
ditutup menguat 0,38% atau 27bps ke level 7.159,47. Para investor kembali
melakukan aksi beli terhadap saham-saham Indonesia mengabaikan komentar hawkish
Powell. Transaksi pasar tercatat moderat dengan saham berkapitalisasi besar dan
saham komoditas menguat untuk mendukung pasar hari ini.
Rupiah
ditutup menguat 54bps atau 0,36% ke
level Rp14.843/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp14.897/USD.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP