Financial Market Update
Point of Interest:
•
Fed Chair, Jerome Powell, menyatakan bahwa besarnya pemangkasan FFR
lebih lanjut akan bergantung pada data ekonomi. Powell juga menyatakan bahwa perekonomian AS
berada dalam kondisi yang solid dan diperkirakan akan mengalami soft landing ke
depan.
•
Presiden ECB, Christine Lagarde, menyampaikan optimisme terkait
pengendalian inflasi. Lagarde menyebutkan bahwa inflasi mungkin akan naik sementara pada Q4
karena penurunan harga energi sebelumnya, namun tetap yakin bahwa inflasi akan
turun ke target.
•
Inflasi headline YoY Jerman turun menjadi 1,6% (September) dari 1,9%
(Agustus), di bawah
perkiraan konsensus sebesar 1,7% dan merupakan inflasi terendah sejak Februari
2021. Di sisi lain, pemerintah Jerman memperkirakan pertumbuhan Jerman akan
stagnan pada tahun 2024.
•
PMI Manufaktur China versi Caixin turun ke level 49,3 (September) dari
level 50,4 (Agustus), meleset dari perkiraan konsensus pada level 50,5 dan merupakan level
terendahnya sejak Juli 2023.
•
Inflasi headline YoY Indonesia turun menjadi 1,84% (September) dari
2,12% (Agustus). Secara
MoM terjadi deflasi sebesar 0,12%, yang merupakan deflasi kelima bulan
berturut-turut. Deflasi terutama disumbang oleh penurunan harga pangan karena
pasokan yang melimpah.
•
Jumlah wisatawan mancanegara tercatat sebesar 1.339.946 kunjungan pada
Agustus 2024, atau
naik 2,23% MoM dan 18,30% YoY. Secara YtD, jumlah kunjungan wisman mencapai
9.092.856 kunjungan, masih lebih rendah dibanding periode sebelum Covid (2019)
sebanyak 10.713.953 kunjungan. Wisman terbanyak berasal dari Malaysia,
Australia, dan China.
•
IHSG ditutup menguat 1,52% ke level 7.642,13.
•
Rupiah ditutup melemah 0,40% ke level Rp Rp15.200/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di
level Rp 15.140/USD.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP