Financial Market Update
Point of Interest:
• FOMC Minutes Meeting September mengungkapkan adanya perdebatan saat
pengambilan keputusan terkait besaran penurunan FFR. Beberapa pejabat lebih memilih penurunan
25bps, namun “substantial majority” mendukung rate cut 50bps untuk mendukung
pertumbuhan ekonomi di tengah meredanya inflasi dan meningkatnya risiko pada
employment.
•
Pemerintah Jerman merevisi turun proyeksi PDB YoY Jerman 2024 ke level
kontraksi -0.2% (vs prior: +0.3%). Jika terjadi, maka ekonomi Jerman akan mengalami kontraksi selama dua
tahun berturut-turut, setelah sebelumnya mencatatkan PDB YoY sebesar -0.3% di
2023.
• Presiden AS, Joe Biden, Wakil Presiden AS, Kamala Harris, dan Perdana
Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dikabarkan telah berdiskusi di tengah upaya Pemerintah AS untuk meredam
respon Israel terhadap serangan rudal Iran pekan lalu.
•
World Bank memproyeksi pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Timur dan
Pasifik sebesar 4,8% pada 2024 dan melambat ke 4,4% pada 2025. Pertumbuhan China diproyeksikan turun dari
4,8% pada 2024 menjadi 4,3% pada 2025.
• World Bank mewaspadai 3 risiko global yang dapat mempengaruhi kebijakan
makroekonomi Asia Timur dan Pasifik, termasuk Indonesia, yaitu: (i)
meningkatnya ketegangan di Timur Tengah; (iii) risiko pertumbuhan ekonomi China
yang lebih lambat; (iii) restriksi perdagangan global
•
Foreign appetite untuk IndoGB meningkat pada September yang menandai foreign inflows
untuk 5 bulan berturut-turut. Asing membeli IndoGB sebesar USD1.2 miliar pada September dan USD2.5
miliar pada Agustus. Pembelian asing sebagian besar terkonsentrasi di segmen
jangka panjang atau IndoGB dengan tenor lebih dari 10 tahun.
•
IHSG ditutup melemah 0,28% ke level 7.480,08.
•
Rupiah ditutup melemah 0,29% ke level Rp Rp15.665/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di
level Rp 15.620/USD.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP