Financial Market Update

Point of Interest:

     Inflasi headline YoY AS melambat selama 6-bulan berturut-turut ke 2,4% (September) dari 2,5% (Agustus), terendah sejak Februari 2021, namun berada di atas perkiraan konsensus sebesar 2,3% seiring kenaikan harga pada segmen makanan dan transportasi.

 

     Inflasi inti YoY AS naik tipis menjadi 3,3% (September) dari level terendahnya selama 3-tahun terakhir sebesar 3,2% (Agustus), dan sedikit di atas ekspektasi konsensus sebesar 3,2%.

 

     Klaim pengangguran AS (5 Oktober) meningkat sebanyak 33.000, mencapai total 258.000, melampaui ekspektasi konsensus sebanyak 230.000. Angka tersebut merupakan level tertinggi selama 14-bulan terakhir, yang sebagian besar disebabkan oleh PHK di sektor manufaktur.

 

     Kekhawatiran eskalasi konflik di Timur Tengah meningkat pasca Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant, menyatakan bahwa Israel berjanji akan melakukan serangan retaliasi pada Iran yang akan mematikan dan mengejutkan.

 

     Berdasarkan laporan Gaikindo yang diterbitkan oleh PT Astra International Tbk, penjualan mobil di Indonesia pada September menjadi 72.667unit dari 76.304 unit pada Agustus.

 

     Presiden terpilih, Prabowo Subianto, mengatakan bahwa kabinetnya mungkin akan berisi banyak Menteri yang sebelumnya bertugas di bawah kepemimpinan Jokowi. Hal tersebut dilihat sebagai sebuah langkah yang memastikan kesinambungan kebijakan di Indonesia.

 

     IHSG ditutup menguat 0,54% ke level 7.520,60.

 

     Rupiah ditutup menguat 0,54% ke level Rp Rp15.580/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp 15.665/USD.

 

 

 

Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP