Financial Market Update
Point of Interest:
·
CPI YoY Inggris turun menjadi 1,7% (September) dari 2,2% (Agustus),
merupakan level terendah sejak April 2021 dan lebih rendah dari perkiraan konsensus
sebesar 1,9%. Penurunan inflasi disebabkan penurunan harga transportasi
khususnya tarif pesawat.
•
Penurunan inflasi Inggris yang lebih rendah dari ekspektasi mendorong
pelaku pasar fully priced-in cut suku bunga BOE di November dan meningkatkan pricing kemungkinan cut di
Desember ke kisaran 70% berdasarkan Overnight Index Swaps (OIS) (vs prior:
90.3% di November dan 48.2% di Desember).
• Calon Presiden AS dari Partai Republik, Donald Trump, menyatakan bahwa
ia akan mempertahankan rencananya untuk mendorong perekonomian AS melalui peningkatan tarif dan akan melakukan
direct consultation dengan The Fed terkait kebijakan suku bunga.
• Tensi geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat sejalan dengan
peluncuran serangan udara oleh Israel yang menewaskan Komandan Senior
Hizbullah. Dalam
serangannya, Israel juga menargetkan beberapa lokasi militer Hizbullah serta
menyerang warga sipil di kota Nabatieh.
• Bappenas mengajukan dua skenario untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8%
sebagaimana target presiden terpilih, Prabowo Subianto. Skenario pertama ekonomi tumbuh 8% pada
tahun ke-5 pemerintahan, sementara skenario kedua ekonomi tumbuh 8% pada tahun
ke-3 dan ke-4 pemerintahan.
•
IHSG ditutup menguat 1,13% ke level 7.735,04.
•
Rupiah ditutup sedikit menguat 0,11% ke level Rp Rp15.495/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di
level Rp 15.512/USD.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP