Financial Market Update

Point of Interest:

·      Rilis data Richmond Fed’s Manufacturing Konsensus memperkirakan The Fed akan menghentikan siklus pemangkasan suku bunganya pada level 3,75% di 2025 (vs sebelumnya pada level 3,0%). Meningkatnya spekulasi bahwa Donald Trump akan memenangkan pemilu presiden AS menimbulkan kekhawatiran bahwa tarif yang tinggi dan pemangkasan pajak korporasi akan mendorong inflasi AS menjadi lebih tinggi.

 

·      Penjualan rumah second di AS turun 1% MoM menjadi 3,84 juta unit (September) dari 3,88 juta unit (Agustus), merupakan level terendah sejak Oktober 2010 dan di bawah perkiraan konsensus sebesar 3,9 juta unit.

 

·       Bank of Canada (BoC) memangkas suku bunga 50bps menjadi 3,75% pada pertemuan moneter Oktober 2024, menyusul 3 kali pemangkasan suku bunga sebesar 25bps sebelumnya, sejalan dengan penurunan yang signifikan pada tren inflasi Kanada.

 

·       Harga minyak Brent turun di bawah USD75/barel seiring peningkatan stok minyak AS yang lebih besar dari perkiraan. EIA melaporkan kenaikan persediaan minyak mentah AS sebesar 5,5 juta barel, jauh melebihi perkiraan konsensus sebesar 0,7 juta barel.

 

·      Berdasarkan kompilasi data Bloomberg, sepanjang Oktober, arus keluar modal asing telah mencapai US$488,6 juta (eq. Rp7,63 triliun), terutama berasal dari pasar saham. Bank Indonesia menilai, volatilitas jangka pendek masih akan terjadi terutama karena sentimen prospek bunga The Fed dan hasil Pilpres AS.

 

·      UBS memperkirakan pertumbuhan PDB Indonesia sebesar 5,0% pada 2024 dan 5,1% pada 2025 didorong oleh investasi. BI-Rate diperkirakan akan turun ke level 4,25% pada akhir 2025 dengan asumsi soft landing ekonomi AS. Adapun Rupiah diperkirakan akan menguat ke Rp15.000 per USD pada akhir 2025.

 

·       IHSG ditutup melemah 0,91% ke level 7.716,55.

 

·       Rupiah ditutup menguat 0,23% ke level Rp Rp15.584/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp 15.620/USD.

 

 

 

Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP