Financial Market Update

Point of Interest:

        Tensi geopolitik di Timur Tengah sedikit mereda setelah serangan balasan Israel terhadap Iran terhindar dari fasilitas minyak mentah dan nuklir dan Iran tidak bersumpah untuk membalas serangan tersebut dalam waktu dekat.

 

        Berdasarkan data FedWatchTool, ekspektasi pemangkasan FFR untuk 2025 hanya sebesar 75bps, lebih rendah dari outlook the Fed sebesar 100bps pada FOMC Meeting September lalu.

 

        Hasil pemilu Jepang menunjukkan fraksi pemerintahan saat ini kehilangan mayoritas suara di Parlemen, sehingga mendorong kemungkinan peningkatan belanja pemerintah dan mempersulit kenaikan suku bunga BOJ lebih lanjut.

 

        Kepemilikan asing pada obligasi pemerintah turun sebesar Rp1,48 triliun menjadi Rp888 triliun atau 15,02% dari total outstanding obligasi. Volume perdagangan obligasi tercatat sebesar Rp12,64 triliun pada Senin, lebih rendah dari Jumat sebesar Rp14,04 triliun.

 

        Menurut Mansek, pelemahan Rupiah saat ini bersifat sementara karena sentimen kemenangan Trump di Pemilu AS. Dalam jangka menengah-panjang, Rupiah diperkirakan akan menguat kembali sejalan dengan berlanjutnya siklus pemangkasan FFR. Mansek memproyeksikan Rupiah akan ditutup pada level 15.600 dan 15.500 per USD pada akhir 2024 dan 2025.

 

        IHSG ditutup melemah 0,37% ke level 7.606,60. Sebanyak 179 saham menguat, 117 saham melemah, dan 200 saham stabil.

 

        Rupiah ditutup melemah 0,22% ke level Rp Rp15.760/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp 15.725/USD.

 

 

 

Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP