Financial Market Update
POI - Point of Interest:
Yield
UST tenor 10-tahun naik ke sekitar level 3,25%, level tertingginya dalam 2,5
bulan terakhir menjelang data laporan pekerjaan yang akan di rilis pada hari
ini, yang kemungkinan data tersebut akan memperkuat sikap kebijakan moneter Fed
yang agresif untuk memerangi inflasi. Laporan US nonfarm payrolls diperkirakan
akan menunjukkan penambahan 300 ribu posisi tenaga kerja pada Agustus 2022.
Indeks
PMI Manufaktur ISM stabil di level 52,8 pada Agustus 2022, level yang sama
seperti pada Juli 2022. Angka tersebut mengalahkan perkiraan konsensus sebesar
52.0, tetapi masih menunjukkan pertumbuhan ekspansi pabrik yang rendah. Level
tersebut mencerminkan meningkatnya kekhawatiran tentang kendala rantai pasokan
global ke depan.
Harga
gas global rebound lebih lanjut ke atas USD9,2/mmbtu, mendekati level tertinggi
lebih dari 14 tahun sebesar USD10/mmbtu karena Rusia telah sepenuhnya
menghentikan pasokan gas ke Eropa melalui jalur pipa utama yaitu Nord Stream 1
(melalui jalur utara Jerman), memaksa Eropa untuk mencari opsi untuk memangkas
konsumsi listrik domestik.
Baru-baru
ini, China kembali me-lockdown jutaan orang, memberikan pukulan baru bagi
ekonominya yang berjuang untuk pulih dari hampir 3 tahun menerapkan kebijakan
"zero Covid-19" yang ketat. Di Hebei, dekat Beijing, lebih dari 4
juta orang akan tinggal di rumah. Di Shenzen, 9 juta warga kota dilarang keluar
rumah. Di Dalian, 3 juta penduduk lockdown dan 13 juta warga Tianjin harus
menjalani tes Covid-19.
Tingkat
inflasi Indonesia turun ke level 4,69% YoY pada Agustus 2022 dari 4,94% YoY
pada Juli 2022 dan lebih rendah dari ekspektasi konsensus sebesar 4,90% YoY.
Namun, para ekonom mengatakan tingkat inflasi akan meningkat ke depan dan
meningkatkan potensi kenaikan suku bunga di tengah ekspektasi kenaikan harga
BBM. Presiden telah mempertimbangkan untuk menaikkan harga BBM bersubsidi untuk
menekan subsidi energi yang membengkak di tengah tingginya harga minyak dunia
dan depresiasi rupiah.
IHSG
ditutup menguat 0,34% atau 24bps ke level 7.177,18.
Rupiah
ditutup melemah 0,09% atau 14 bps ke level Rp14.897/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level
Rp14.883/USD.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP