Financial Market Update

Point of Interest:

        Factory Orders AS turun ke level -0,5% (September), sejalan dengan ekspektasi konsensus. Penurunan selama 5 bulan berturut-turut mencerminkan sektor manufaktur yang masih lesu. Durable goods (September) juga turun ke -0,7%, meskipun sedikit membaik dibandingkan penurunan Agustus sebesar -0,8%.

 

        Data polling terkini menunjukkan persaingan yang ketat antara Kamala Harris dan Donald Trump, baik di level nasional maupun di key swing states. Berdasarkan New York Times/Siena survey, Harris cenderung lebih unggul dalam 5 dari 7 swing states, namun dengan keunggulan yang masih berada dalam margin of error.

 

        PMI Manufactur Eropa naik ke 46,0 (Oktober) dari 45,0, di atas ekspektasi konsensus sebesar 45.9. Aktivitas manufaktur Eropa menunjukkan stabilisasi meskipun masih di zona terkontraksi untuk 28 bulan beruturut-turut.

 

        Tensi geopolitik Timur Tengah meningkat pasca Iran menyatakan akan melakukan serangan retaliasi kepada Israel yang tidak akan terbatas pada misil dan drone. Lebih lanjut, terdapat pemberitaan bahwa kantor Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dituduh membocorkan dokumen rahasia untuk menggagalkan gencatan senjata di Gaza.

 

        PDB YoY Indonesia (3Q24) diumumkan tumbuh sebesar 4,95%, lebih rendah dari 2Q24 dan ekspektasi masing-masing sebesar 5,05% dan 5%. Sementara PDB QoQ (3Q24) tumbuh melambat ke 1,50% (prior: 3,79%; surv: 1,605). Perlambatan pertumbuhan terutama konsumsi rumah tangga yang turun ke zona kontraksi.

 

        Jumlah penggangguran di Indonesia mencapai 7,47 juta orang (Agustus 2024), turun sebanyak 390 ribu orang dibandingkan periode Agustus 2023.

 

        IHSG ditutup sedikit melemah 0,17% ke level 7.491,93.

 

        Rupiah ditutup sedikit menguat 0,11% ke level Rp15.735/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya pada level Rp15.753/USD.

 

 

Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP