Financial Market Update

Point of Interest:

        PMI sektor jasa versi ISM AS naik signifikan ke level 56,0 (Oktober) dari 54,9 (September), di atas perkiraan konsensus sebesar 53,8 dan merupakan level tertinggi sejak Agustus 2022. Peningkatan tersebut ditopang oleh rebound pada lapangan kerja dan kinerja pengiriman pemasok yang lebih baik.

 

       Defisit neraca perdagangan AS melebar menjadi $84,4 miliar (September) dari $70,8 miliar (revisi Agustus) dan lebih besar dari ekspektasi konsensus sebesar $84,0 miliar. Adapun defisit terbesar secara YTD disumbang oleh China, yaitu sebesar $217,47 miliar.

 

       DXY menguat hingga ke level 105,30, tertinggi dalam setahun didorong oleh potensi kemenangan Donald Trump pada Pilpres AS. Trump memimpin dengan 267 suara dari Electoral College setelah memenangkan pemilihan di negara bagian Pennsylvania, Georgia, dan North Carolina, hanya sedikit di bawah threshold 270 suara.

 

     Sejalan dengan penurunan inflasi dan perlambatan pasar tenaga kerja, Bank SMBC Indonesia memperkirakan the Fed akan melanjutkan pemangkasan FFR pada meeting November dan Desember masing-masing sebesar 25bps dan membawa yield UST 10 tahun ke 3,60% pada akhir tahun 2024.

 

     PMI sektor jasa China menurut versi Caixin meningkat ke level 52,0 (Oktober) dari 50,3 (September) dan perkiraan konsensus pada level 50,5, menyusul peningkatan yang kuat dalam pesanan ekspor.

 

     Gubernur BI Perry Warjiyo, menyatakan, kebijakan moneter akan fokus pada mempertahankan stabilitas nilai tukar dalam jangka pendek. Hal itu mensinyalkan bahwa kemungkinan BI-Rate masih akan dipertahankan pada Rapat Dewan Gubernur pekan depan.

 

        Bank SMBC Indonesia memperkirakan pertumbuhan PDB Indonesia di kisaran 4,7%-5,5% pada tahun 2024. Sementara itu, pada tahun 2025, PDB diperkirakan tumbuh 0,1% lebih tinggi didorong oleh konsumsi swasta dan investasi yang lebih tinggi.

 

        IHSG ditutup melemah 1,44% ke level 7.383,87.

 

        Rupiah ditutup melemah 0,60% ke level Rp15.830/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya pada level Rp15.735/USD, dan merupakan level terendah selama 2 bulan terakhir.

 

 

Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP