Financial Market Update
Point of Interest:
•
Indeks DXY menguat ke 106,11 didorong kekhawatiran pelaku pasar akan
kemungkinan higher for longer suku bunga AS karena antisipasi kebijakan fiskal
Trump yang lebih ekspansif dapat meningkatkan inflasi. Di sisi lain, pejabat
Fed, Neel Kashkari, menyatakan Fed mungkin “pause” jika inflasi persisten di
atas target.
•
Presiden terpilih AS, Donald Trump, menunjuk pejabat penting yang
cenderung keras terhadap China, yaitu Senator Marco Rubio sebagai Secretary of
State dan Mike Waltz sebagai national security advisor. Hal tersebut menimbulkan kekhawatiran
meningkatnya ketegangan geopolitik AS dan China sehingga meningkatkan sentimen
risk-off di pasar Asia.
•
Menurut Gubernur Bank Sentral Finlandia, Olli Rehn, ECB berencana untuk
menurunkan suku bunga lebih lanjut, yang berpotensi mencapai tingkat netral
pada 2025. Di sisi
lain, pejabat ECB, Martins Kazaks, mengatakan bahwa ECB harus menurunkan suku
bunga secara bertahap setelah sebelumnya menurunkan sebanyak 3 kali.
•
Harga minyak Brent turun di bawah $72/barel setelah turun 5% selama dua
sesi sebelumnya, karena OPEC merevisi turun proyeksi pertumbuhan permintaan minyak
2024 menjadi 1,8 juta barel/hari, turun 107ribu barel/hari dari proyeksi
sebelumnya.
•
Menteri Keuangan, Sri Mulyani, melaporkan setoran pajak (Okt’24)
tercatat Rp1.517,5 triliun (76,3% dari target APBN 2024) dan tumbuh negatif
0,4% dibanding
tahun lalu sebesar Rp1.523 triliun. Pertumbuhan negatif tersebut didorong oleh
penurunan harga komoditas, yakni Crude Palm Oil (CPO), dan penurunan alami dari
batu bara.
•
IHSG ditutup sedikit melemah 0,15% ke level 7.310,79.
•
Rupiah ditutup cenderung stabil pada level Rp15.775/USD.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP