Financial Market Update
Point of Interest:
·
Indeks Chicago Business Barometer turun 3,3 poin dari 40,2 menjadi 36,9
pada Desember,
merupakan level terendah sejak Mei 2024 dan di bawah level rata-rata tahun ini.
Penurunan MNI Chicago PMI tersebut dipicu oleh penurunan new orders sebesar
13,5 poin, level terendah kedua sejak Mei 2020.
·
Pending Home Sales AS meningkat 4 bulan berturut-turut pada November, mencapai level tertinggi sejak awal 2023.
Pending Home Sales MoM (Nov) diumumkan naik dari 1,8% menjadi 2,2% (prior:2%),
melampaui estimasi pelaku pasar sebesar 0,8%.
·
AS mengumumkan bantuan sebesar $5,9 miliar untuk Ukraina, termasuk $2,5
miliar untuk bantuan militer dan $3,4 miliar untuk dukungan anggaran. Bantuan tersebut merupakan bagian dari
penyaluran dana terakhir di bawah kepemimpinan Presiden Joe Biden.
·
Anggota DG ECB, Yannis Stournaras, mengatakan penurunan suku bunga ECB
harus dilakukan secara stabil dan bertahap, berdasarkan data yang tersedia,
mengingat meningkatnya ketidakpastian. Stournaras juga mengatakan bahwa pemotongan
yang lebih besar dapat dipertimbangkan jika data mengindikasikan bahwa inflasi
akan berada di bawah target dalam jangka menengah.
·
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)
memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2024 dan 2025 akan stagnan di level
5%. Proyeksi
tersebut didasari oleh tidak adanya strategi kebijakan yang mampu melepaskan
sektor industri dari jebakan deindustrialisasi dini.
·
Nomura memperkirakan defisit fiskal Indonesia 2025 akan menjadi 2,9%
terhadap PDB dari 2,5% yang dianggarkan, dengan mempertimbangkan implementasi
program-program “Quick Win” Prabowo, banyaknya kementerian baru yang
membutuhkan alokasi tambahan, dan pengumpulan penerimaan pajak yang berada di
bawah proyeksi Kemenkeu karena pertumbuhan PDB nominal yang lebih lambat.
·
Rupiah ditutup menguat 0,62% ke level Rp16.101/USD, dibandingkan penutupan sebelumnya pada
level Rp16.135/USD.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP