Financial Market Update

Point of Interest:

·       Perekonomian AS (4Q24) tumbuh sebesar 2,3%YoY, turun dari 3,1%YoY pada 3Q24 dan sejalan dengan estimasi konsensus. Angka tersebut merupakan pertumbuhan paling rendah selama tiga kuartal terakhir. Untuk full-year 2024, PDB AS tumbuh sebesar 2,8%YoY.

 

·       Klaim pengangguran AS (21 Februari) naik sebesar 22.000 dari pekan sebelumnya menjadi 242.000, merupakan klaim pengangguran terbesar selama dua bulan terakhir dan jauh di atas ekspektasi konsensus sebesar 221.000.

 

·       Durable Goods Orders AS (Januari) naik sebesar 3,1%MoM menjadi USD282,3 miliar, merupakan kenaikan paling signifikan selama enam bulan terakhir dan di atas ekspektasi konsensus yaitu kenaikan sebesar 2,0%MoM yang ditopang oleh pesanan peralatan transportasi.,

 

·       Presiden AS mengumumkan penerapan tarif sebesar 25% terhadap Kanada dan Meksiko dimulai pada pekan depan, beberapa menit setelah Menteri Keuangan Bessent memberikan isyarat penerapan tarif tersebut akan dimulai pada April 2025. Selain itu, Trump mengumumkan pembatasan perdagangan terhadap China dan tarif baru terhadap Eropa.

 

·       Ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios) memproyeksi konsumsi rumah tangga tetap mengalami perlambatan pada Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini. Hal tersebut dipengaruhi oleh PHK di sektor padat karya, efisiensi anggaran pemerintah, dan insentif tarif listrik.

 

·       Bunga diskonto SRBI naik pada lelang hari ini dimana untuk tenor 12 bulan ditetapkan di 6,437% (prior: 6,40%), dan merupakan kenaikan pertama dalam 8 lelang terakhir. Animo pelaku pasar pada lelang hari ini turun tajam dengan incoming bids hanya Rp17,22 triliun (prior: Rp40,32 triliun).

 

·       IHSG ditutup melemah 3,31% ke level 6.270,60.

 

·       Rupiah melemah melemah 0,79% ke level Rp16.580/USD, dibandingkan penutupan hari sebelumnya di level Rp16.450/USD.

 

 

Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP