Financial Market Update
Point of Interest:
·
Durable Goods Orders AS (Februari) secara tak terduga meningkat USD2,7
miliar atau tumbuh 0,9%MoM menjadi USD289,3 miliar, di luar ekspektasi konsensus yaitu penurunan
1%MoM, meskipun lebih rendah dari kenaikan pada Januari sebesar 3,3% MoM.
Adapun peningkatan tersebut ditopang oleh permintaan peralatan transportasi.
·
Rata-rata suku bunga KPR fixed-rate tenor 30-tahun dengan limit pinjaman
mencapai USD766.550 atau kurang di AS turun tipis menjadi 6,71% dalam pekan yang berakhir pada 21 Maret 2025
dari 6,72% pada periode sebelumnya. Angka ini lebih rendah dibandingkan dengan
suku bunga KPR sebesar 6,93% setahun sebelumnya.
·
Gubernur BoJ, Kazuo Ueda, mengatakan bahwa bank sentral harus menaikkan
suku bunga jika kenaikan biaya pangan yang terus-menerus menyebabkan inflasi yang meluas, namun memperingatkan bahwa
underlying inflation masih di bawah target bank sentral sebesar 2%.
·
Harga minyak Brent naik lebih dari 1% ke level USD74-75/barel ditopang oleh kekhawatiran atas potensi
pengetatan pasokan minyak global. AS mengancam tarif 25% pada negara-negara
yang membeli minyak mentah Venezuela, terutama ke China, pembeli minyak
terbesar Venezuela.
·
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan bahwa
Indonesia diminta untuk melakukan investasi dalam bentuk uang berupa penyertaan
modal ketika bergabung dengan New Development Bank (NDB). Sebelumnya Presiden Prabowo menyatakan bahwa
pemerintah RI menerima tawaran NDB untuk bergabung menjadi salah satu
anggotanya.
·
Investor asing tercatat melakukan net buy mencapai Rp2,58 triliun pada perdagangan saham kemarin. Adapun net
buy terbanyak oleh investor asing pada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
mencapai Rp764,54 miliar.
· IHSG ditutup menguat 0,59% ke level 6.510,62.
·
Rupiah sedikit menguat 0,12% ke level Rp16.560/USD, dibandingkan penutupan hari sebelumnya di
level Rp16.580/USD.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP