Financial Market Update
Point of Interest:
·
Pesanan baru untuk barang manufaktur di AS turun sebesar 6,3% MoM
menjadi USD296,3 miliar pada April 2025, merupakan penurunan paling signifikan sejak
Januari 2024, tertekan oleh dimulainya tarif resiprokal sebesar 10% secara
menyeluruh pada periode tersebut.
· Presiden Federal Reserve Bank of Minneapolis, Neel Kashkari, berpendapat
perlunya kehati-hatian di tengah ketidakpastian karena perang dagang dan
perlunya mempertahankan ekspektasi inflasi. Kashkari menyarankan untuk mempertahankan
suku bunga kebijakan hingga ada kejelasan lebih lanjut mengenai jalur tarif dan
dampaknya terhadap harga.
· Menjelang ancaman tarif 50% dari Presiden Trump pada 1 Juni, Uni Eropa berupaya mempercepat perundingan
dagang dengan AS, dengan fokus pada sektor-sektor penting dan hambatan
tarif/nontarif. Adapun UE tengah mempersiapkan tindakan balasan, termasuk tarif
atas barang-barang AS senilai EUR21 miliar dan EUR95 miliar.
·
Pemerintah Jepang berencana untuk mengurangi penerbitan obligasi
pemerintah dengan tenor super-panjang tahun ini dalam upaya untuk menstabilkan
pasar obligasi domestik. Sementara itu, Gubernur BOJ Ueda menegaskan kembali
bahwa pejabat BoJ siap untuk menyesuaikan tingkat pelonggaran moneternya sesuai
kebutuhan untuk mencapai target inflasi.
·
Goldman Sachs (GS) menurunkan proyeksi defisit fiskal Indonesia tahun ini menjadi
2,5% (prev: 2,9%), karena potensi perubahan cara pemerintah menghitung suntikan modal ke
dana milik negara dan menurunkan proyeksi biaya program MBG. GS tetap
berhati-hati terhadap obligasi jangka panjang Indonesia mengingat
ketidakpastian dalam keuangan jangka menengah pemerintah karena belanja negara
perlu terus naik tanpa adanya sumber pendapatan tambahan yang jelas.
· IHSG ditutup melemah 0,32% ke level 7.175,82.
· Rupiah ditutup sedikit melemah 0,12% ke level
Rp16.290, dibandingkan
penutupan hari sebelumnya pada level Rp16.272/USD. Menurut analis Maybank,
Myrdal Gunarto, pelemahan Rupiah berasal dari arus keluar asing menjelang libur
panjang akhir pekan ditengah minimnya katalis baru di pasar.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP