Financial Market Update

POI - Point of Interest:

*   Yield obligasi AS sebagian besar menguat bahkan ketika ekspektasi inflasi AS menurun. Yield seri benchmark UST tenor 10-tahun naik 4 bps ke level 3,35%. Yield UST tenor 30-tahun naik sekitar 5 bps ke level 3,50%. Sementara itu, yield UST tenor 2-tahun naik tipis 1 bps ke level 3,57%.

*   Ekspektasi inflasi AS untuk tahun 2023F turun ke 5,7% YoY pada Agustus 2022 dari 6,2% YoY pada Juli 2022. Lebih lanjut, konsumen lebih optimis terkait pendapatan rumah tangga dan situasi keuangan mereka ke depan.

*   Indeks dolar turun di bawah level 108,0 melanjutkan pelemahan dari level tertingginya dalam 20-tahun terakhir karena pandangan yang semakin hawkish pada kebijakan ECB membebani indeks dolar. ECB akan terus menaikkan suku bunga jika inflasi tinggi masih berlanjut, dengan kata lain ECB bersiap untuk menaikkan suku bunganya sebesar 75 bp lagi pada Oktober 2022.

*   Pasar saham AS melanjutkan reli pekan lalu dengan Dow Jones, Nasdaq, dan S&P 500 masing-masing naik +0,71%, +1,27%, dan +1,06%, sementara pasar saham Eropa juga membukukan kenaikan yang kuat, dengan bursa saham DAX Jerman, FTSE MIB Italia, IBEX35 Spanyol, dan FTSE 100 Inggris menguat masing-masing sebesar +2,40%, +2,33%, +2,01%, dan +1,66%. Pasar saham global menguat didukung oleh meningkatnya optimisme investor bahwa inflasi AS telah mencapai puncaknya.

*   Pemerintah Indonesia telah mengisyaratkan sinyal untuk mempertimbangkan pembelian minyak mentah dari Rusia mengikuti jejak India dan China yang telah mengimpor minyak Rusia di tengah meningkatnya tekanan inflasi dari kenaikan harga energi. Indonesia ditawarkan minyak mentah Rusia dengan diskon 30% dibandingkan dengan harga acuan global. Sementara itu, PT Pertamina menyatakan sedang meninjau risiko membeli minyak Rusia.

*   IHSG ditutup menguat 0,88% atau 64bps ke level 7.318,02. IHSG menguat hari ini ditopang oleh kuatnya pasar global semalam dan mencatatkan total transaksi yang lebih tinggi. IHSG melonjak sejak pagi sejalan dengan arah pasar global dan dengan mudah menetap di atas 7300 pada akhir hari karena didorong oleh nama perbankan dan logam.

*   Rupiah ditutup melemah 0,07% atau 10 bps ke level Rp14.852/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp14.842/USD.   


Demikian disampaikan, terima kasih.



Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP